Peneliti Fakultas

DETIL PENELITIAN
Judul
PEMANFAATAN BIOMASA MIKROBIAL YANG DIPRODUKSI DARI LIMBAH AKUAKULTUR SEBAGAI SUMBER PROTEIN DAN IMMUNOSTIMULAN PADA UDANG VANAME

Peneliti
Dedi Jusadi

Abstrak
Biomasa mikroba berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pakan baik sebagai sumber protein maupun sebagai sumber immunostimulan. Biomasa mikroba juga dapat diproduksi dengan menggunakan limbah budidaya sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien pakan secara keseluruhan dan mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat optimal penggunaan biomasa mikroba yang didapatkan dari sistem produksi yang berbasis pemanfaatan limbah budidaya organisme akuatik. Kegiatan budidaya perairan intensif menghasilkan banyak limbah nutrien yang berasal dari sisa pakan dan produk pencernaan dan metabolisme pakan. Karena keberadaan limbah nutrien ini dapat berakibat negatif pada organisme budidaya, maka limbah ini harus dikeluarkan dari sistem budidaya. Cara yang paling umum untuk mengurangi konsentrasi limbah nutrien dalam sistem budidaya adalah dengan melakukan ganti air secara teratur. Namun praktek ini selain tidak efisien terutama dalam hal penggunaan air dan pemanfaatan nutrien pakan juga tidak ramah lingkungan karena biasanya air limbah dibuang begitu saja ke lingkungan perairan tanpa dilakukan pengolahan lanjutan. Pada penelitian ini limbah nutrien dari kegiatan budidaya didaur ulang menjadi microbial protein melalui mekanisme konversi dan asimilasi nutrien limbah menjadi biomasa mikroba. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa biomasa mikroba ini memiliki kandungan asam amino esensial yang tinggi sehingga layak untuk digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi udang. Pada tahun pertama, penelitian difokuskan pada penentuan tingkat optimal biomasa mikroba pada pakan udang vaname yang memberikan kinerja produksi terbaik. Mikrobial protein diproduksi dengan menggunakan limbah nutrien dari media pemeliharaan ikan lele. Pada tahun pertama penelitian difokuskan pada uji kecernaan dan uji biologis tepung mikroba sebagai bahan pakan udang. Pakan uji dengan 3 tingkat suplementasi protein mikrobial yaitu 5%, 10% dan 20% dan satu kontrol akan diberikan pada udang vaname stadia juvenil (4 ? 5 g) yang dipelihara selama 40 hari. Parameter yang diukur meliputi parameter pertumbuhan dan kelangsungan hidup, parameter kecernaan dan pemanfaatan pakan (FCR, retensi protein, retensi lemak). Pada tahun kedua, penelitian akan difokuskan pada pemanfaatan tepung mikroba sebagai bahan pakan fungsional yang dapat meningkatkan kinerja imunitas udang. Sehingga pada tahun kedua, parameter yang akan diamati adalah parameter imun (gambaran darah, respiratory burst, kecepatan aglutinasi dan aktifitas phenoloxydase, serta uji tantang). Sedangkan pada tahun ketiga, penelitian akan dititikberatkan pada modifikasi nilai nutrisi tepung mikroba. Sehingga parameter yang diuji pada tahun ketiga adalah produktivitas produksi tepung mikroba dan komposisi nutrisi tepung mikroba.

Keywords


 back  

 

Close
Bahasa