Peneliti Fakultas

DETIL PENELITIAN
Judul
PENINGKATAN KINERJA SAPI PERAH NASIONAL MELALUI PERBAIKAN STATUS NUTRISI BERBASIS SISTEM INFORMASI LOKAL DAN APLIKASI ANDROID

Peneliti
Idat Galih Permana

Abstrak
Upaya meningkatkan kinerja persusuan nasional melalui perbaikan status nutrisi sapi perah berbasis sistem informasi lokal dan aplikasi android dilakukan melalui 3 rangkaian kegiatan penelitian. Kegiatan-1 bertujuan melengkapi informasi bahan makanan lokal dan kandungan nutriennya, kebutuhan nutrient ternak lokal dan formulasi ransum berbasis praktek baik masyarakat. Kegiatan-2 bertujuan menghasilkan sistem informasi berbasis web dan android yang dapat diakses peternak dan memsosialisasikan kepada pemangku kepentingan. Peran serta para ahli nutrisi sapi perah akan digalang dalam pengisian dan pengelolaan system dalam forum pakar. Kegiatan-3 bertujuan meningkatkan kemampuan peternak dalam praktek pemberian pakan berbasis informasi lokal dan formula seimbang dan mengamati dampak penerapan teknologi tersebut terhadap peningkatan kinerja persusuan nasional. Masing-masing kegiatan dibagi lagi menjadi subkegiatan yang memiliki tujuan spesifik. Kegiatan-1 dibagi menjadi 3 subkegiatan. Subkegiatan 1.a merupakan kajian eksplorasi sistem pemberian pakan yang ada di Indonesia yang bertujuan melengkapi informasi pakan yang digunakan dan jumlah pemberiannya. Subkegiatan 1b merupakan analisis kandungan nutrisi pakan yang digunakan peternak yang bertujuan untuk melengkapi kandungan nutrisi yang ada. Subkegiatan 1c merupakan pembuatan formulasi ransum standard dan identifikasi ransum terbaik dari peternak yang bertujuan menghasilkan formulasi ransum sesuai dengan ketersediaan pakan yang ada setempat dan target produksi yang diinginkan peternak. Kegiatan-2 terdiri dari 5 subkegiatan. Subkegiatan 2a merupakan desain sistem informasi berbasis web dan android yang bertujuan untuk menghasilkan rancangan sistem. Subkegiatan 2b merupakan pengembangan sistem informasi yang bertujuan untuk membangun sistem. Subkegiatan 2c adalah uji coba sistem untuk memastikan sistem dan fitur yang ada berfungsi sebagaimana mestinya. Subkegiatan 2d adalah validasi sistem untuk memastikan sistem tersebut dapat digunakan oleh pengguna. Subkegiatan 2e adalah penyempurnaan sistem yang bertujuan untuk melengkapi dan memperbaiki sistem berdasarkan masukan dari pengguna. Kegiatan-3 terdiri dari 4 subkegiatan. Subkegiatan 3a yaitu sosialisasi sistem kepada pemangku kepentingan. Subkegiatan 3b yaitu pelatihan penggunaan sistem informasi. Subkegiatan 3c yaitu pendampingan penggunaan system dan praktek pemberian pakan berbasis informasi lokal dan aplikasi android. Subkegiatan 3d yaitu kajian dampak penggunaan sistem informasi berbasis informasi lokal untuk perbaikan status nutrisi ternak. Subkegiatan 1.a mengeksplorasi Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY untuk melengkapi informasi pakan di Provinsi tersebut. Eksplorasi dilakukan pada masing-masing 10 - 20 peternak di KOPSAE Pujon dan KPSP Nongkojajar (Jawa Timur), KUD Mojosongo Boyolali (Jawa Tengah), Koperasi Susu Warga Mulya (DIY) menggunakan metode survey. Face to face interview, pengamatan langsung, penimbangan dan pengukuran serta pengumpulan data sekunder. Subkegiatan 1b menganalisis kandungan nutrisi pakan yang sudah dikumpulkan pada subkegiatan 1a, dikeringkan dan digiling. Pakan halus dianalisis komposisi proksimat (BK, Abu, PK, LK, SK dan BETN), structural carbohydrate (hemiselulosa, selulosa, lignin), mineral Ca dan P, fermentabilitas pakan dalam rumen (NH3 dan VFA), kecernaan pakan (KCBK dan KCBO), metabolism pakan (ME) dan energy bersih yang tersedia untuk laktasi (NEl). Subkegiatan 1c membuat formulasi ransum berdasarkan informasi dari subkegiatan 1a dan 1b menggunakan software BRILL. Sebanyak 3 formula dari praktek baik masyarakat juga diidentifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem. Subkegiatan 2a mendesain sistem informasi berbasis web dan android. Pembuatan aplikasi software dan web dilakukan dengan identifikasi kebutuhan dan analisis kebutuhan. Perancangan sistem dilakukan bantuan tenaga ahli (programmer) dan sistem informasi disusun dengan memanfaatkan data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Rancangan sistem dibuat berdasarkan arsitektur aplikasi web dan perangkat mobile android. Subkegiatan 2b mengembangkan sistem informasi yang sudah dirancang. Sistem yang dibuat memuat 1) informasi pakan (jenis, ketersediaan, harga, batasan penggunaan, teknologi pengolahan), 2) informasi kandungan nutrisi (komposisi proksimat (BK, Abu, PK, SK, lemak, BETN), kandungan structural karbohidrat (hemiselulosa, selulosa, lignin), kandungan mineral (Ca dan P), fermentabilitas pakan dalam rumen (NH3 dan VFA), kecernaan Pakan (KCBK dan KCBO), metabolism dan net energy yang tersedia untuk laktasi (ME dan NEl), 3) pendugaan kebutuhan ternak (sapi laktasi, sapi kering, dara, jantan dan pedet), 4) formulasi ransum (formula berbasis kebutuhan dan formula berbasis praktek baik), 5) panduan teknologi tepat guna dalam bentuk modul dan video tentang pengolahan pakan (silase, hay, amoniasi ransum komplit), sistem pemberian pakan, teknik formulasi ransum, teknik pembuatan pakan (milk replacer, starter), 6) performa ternak (Manure score, Produksi Susu, Kualitas susu, body condition score, service/conception), 7) forum diskusi dan konsultasi, 8) jadwal pelatihan, 9) berita. Subkegiatan 2c menguji coba sistem pada 2 peternak di kampus untuk memastikan sistem dan fitur yang ada berfungsi sebagaimana mestinya. Subkegiatan 2d memvalidasi sistem untuk memastikan sistem tersebut dapat digunakan oleh pengguna. Subkegiatan 2e menyempurnakan sistem setelah mendapatkan masukan dari subkegiatan sebelumnya. Subkegiatan 3a mensosialisasikan sistem kepada pemangku kepentingan melalui 1) diskusi awal, perkenalan program, 2) pemilihan lokasi/peternak, 3) permohonan dukungan koperasi dan instansi terkait, dan 4) baseline study. Subkegiatan 3b melatih penggunaan sistem informasi kepada 30 peserta di 7 koperasi yang dipilih. Sebanyak 21 peternak terpilih dari 7 koperasi dilatih secara lebih intensif. Subkegiatan 3c mendampingi peternak dalam penerapan sistem pemberian pakan berbasis system informasi local. Subkegiatan 3d mengamati dampak perbaikan status nutrisi menggunakan sistem informasi lokal terhadap peningkatan kinerja persusuan nasional. Pengamatan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi serta kajian ilmiah untuk menjelaskan penyebab keberhasilan dan kegagalan program. Kajian membandingkan performa peternakan sebelum dan sesudah intervensi, peternak contoh dengan sekitarnya, antar koperasi terpilih. Kajian menggunakan metode face to face interview, pengukuran langsung dan analisis laboratorium. Performa peternakan yang diukur mencakup identitas peternak, identitas ternak, performa produksi, performa reproduksi dan cadangan tubuh. Dari program penelitian yang diusulkan diharapkan akan dihasilkan data base informasi sapi perah lokal, sistem informasi berbasis web dan aplikasi android, paket pelatihan peternak, bahan ajar, terbentuknya forum ahli, publikasi nasional dan internasional, makalah pada seminar nasional dan internasional, paten sistem informasi pakan sapi perah (SIP-SP), teknologi tepat guna (TTG) penyusunan ransum seimbang, mudah dan cepat dan rekomendasi kebijakan standar ransum nasional berbasis bahan local dan kebijakan minimum ekses nutrien. Pada pelaksanaan penelitian tahun ke-1 telah diinventarisis jenis pakan yang digunakan peternak di DIY, Jateng dan Jatim. Data penggunaan pakan di Jabar sudah dilengkapi dan ditabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak sapi perah di Indonesia masih belum memberikan pakan secara berimbang kepada ternaknya. Pada beberapa lokasi ditemukan kekurangan pakan, defesiensi nutrient makro dan mikro. Diperlukan reformulasi pakan berbasis system informasi pakan local agar dapat diterapkan oleh peternak tanpa perubahan yang besar dalam feeding practice sehari-hari. System tersebut akan dikembangkan berbasis web dan android pada tahun ke-2 agar menjangkau masyarakat yang luas. Keywords: bahan lokal, sapi perah, system informasi, android, web

Keywords


 back  

 

Close
Bahasa