Hasil Penelitian

DETIL PENELITIAN
Judul
Peningkatan Produksi Benih Ikan Nila Oreochromis niloticus Yang Tahan Terhadap Streptococcus agalactiae dan Aeromonas hydrophila Melalui Vaksinasi Induk

Peneliti
Odang Carman

Abstrak
Kasus kematian ikan akibat infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan Streptococcus agalactiae menjadi penghambat keberhasilan produksi budidaya ikan Nila Oreochromis niloticus di Indonesia. Timbulnya penyakit motil aeromonad septicemia (MAS) oleh bakteri A. hydrophila dan streptococcosis oleh bakteri S. agalactiae tersebut dapat terjadi karena rendahnya ketahanan tubuh ikan, lingkungan pemeliharaan yang buruk, serta manajemen pemberian pakan yang tidak baik. Kematian banyak terjadi pada ikan-ikan kecil sementara sistem imun pada stadia tersebut belum berkembang dengan sempurna. Bila pada fase tersebut benih ikan telah mendapatkan imunitas maternal dari induk ke keturunannya maka kematian pada fase awal kehidupan dapat dikendalikan. Solusi yang dapat dilakukan yaitu melalui vaksinasi induk. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi benih ikan yang induknya telah diberi vaksin bivalen A. hydrophila dan S. agalactiae untuk pencegahan penyait MAS dan streptococcosis. Tahap pertama Penentuan ko-infeksi bakteri A. hydrophila dan S. agalactiae pada benih ikan nila melalui perendaman. Tahap ini menguji beberapa kombinasi konsentrasi untuk menetukan LC50 yang akan digunakan dalam uji tantang benih ikan nila. Tahap kedua menentukan kombinasi vaksin bivalen terbaik yang dapat menghasilkan level antibodi tertinggi pada induk dan anaknya. Tahap ini menguji beberapa kombinasi vaksin bivalen antara A. hydrophila dan S. agalactiae. Tahap ketiga melakukan evaluasi proteksi dari benih yang dihasilkan dari induk-induk ikan yang telah divaksin sebelumnya. Benih hasil pemijahan induk yang divaksin dan tidak divaskin diuji tantang menggunakan bakteri A. hydrophila dan S. agalactiae secara ko-infeksi. RPS tertinggi memberikan gambaran level proteksi benih ikan dari serangan patogen A. hydrophila dan S. agalactiae. Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa nilai LC50 koinfeksi A. hydrophila dan S. agalactiae yaitu 10 CFU/mL. Hasil penelitian tahap kedua menunjukan menunjukkan perlakuan A. hydrophila 25% dan S. agalactiae 75% (B) memiliki total leukosit, aktivitas fagositik, dan respiratory busrt yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Pemberian vaksin bivalen pada induk ikan nila mampu meningkatkan imunitas ikan yang divaksin dan meningkatkan proteksi benih dari infeksi bakteri S. agalactiae dan A. hydrophila melalui transfer imunitas maternal. Kata kunci: streptococcosis, motil aeromonad septicemia (MAS), vaksin bivalen, ikan nila

Keywords


 back  

 

 

Hasil Penelitian 2018 - 2019

Close
Bahasa