VAKSIN DNA UNTUK VIRUS KHV YANG MENYERANG IKAN MAS DAN KOI

VAKSIN DNA UNTUK VIRUS KHV YANG MENYERANG IKAN MAS DAN KOI


ipbVAKSIN DNA UNTUK VIRUS KHV YANG MENYERANG IKAN MAS DAN KOI

Serangan koi herpesvirus (KHV) dapat menyebabkan kematian massal pada ikan mas dan koi.  Untuk menanggulangi masalah tersebut, masyarakat pembudidaya telah lama menunggu adanya vaksin untuk KHV.  Vaksin dari virus yang dilemahkan telah tersedia, namun demikian harganya sangat mahal dan dari hasil pengujian yang dilakukan bahwa ada indikasi virus tersebut sebagian masih virulen.  Vaksin DNA merupakan alternatif vaksin yang efektif dan aman.   Melalui penelitian yang disponsori oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Barat (tahun 2008) dan Program Penelitian Hibah Doktor oleh SPS-IPB (tahun 2009), Sri Nuryati, S.Pi., M.Si yang merupakan mahasiswa program studi S3 PS Sains Veteriner-SPS IPB, yang sekaligus staf pengajar di Departemen Budidaya Perairan, FPIK-IPB telah membuat vaksin DNA untuk KHV.  Hasil analisis reverse transcriptase PCR menunjukkan bahwa gen yang dibawa oleh vaksin tersebut terekspresi pada ikan yang divaksinasi yang berarti bahwa vaksin tersebut bersifat aktif.  Selanjutnya, melalui uji tantang skala laboratorium vaksin tersebut mampu meningkatkan kelangsungan hidup ikan mas lebih dari 95% selama satu bulan  setelah vaksinasi.  Ikan yang tidak divaksin sebelum uji tantang dilakukan semuanya mati.  Hal ini menunjukkan bahwa vaksin DNA tersebut sangat efektif untuk menanggulangi serangan virus KHV. 

Metode aplikasi vaksin yang digunakan pada penelitian tahap pertama ini masih melalui injeksi.  Pada penelitian selanjutnya akan dikembangkan metode yang mudah diaplikasikan di lapangan secara massal, seperti melalui pakan alami dan pakan buatan.  Mengingat kemampuan proteksi vaksin DNA cukup besar, maka pengembangan metode vaksinasi untuk aplikasi di lapangan perlu segera dilaksanakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pencegahan infeksi KHV pada ikan budidaya yang sudah terjadi di Indonesia sejak 2002, yang sampai sekarang problem tersebut belum mendapatkan solusi yang tepat. 

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa