THE 1st MEETING OF D-8 WORKING GROUP ON ANIMAL FEED (WGAF)

THE 1st MEETING OF D-8 WORKING GROUP ON ANIMAL FEED (WGAF)

THE 1st MEETING OF D-8 WORKING GROUP ON ANIMAL FEED (WGAF)
Sumber Berita : Sekretariat Jenderal

 
P { margin: 0px; }

Surabaya -   Negara-negara yang tergabung dalam D-8  (Indonesia, Malaysia, Mesir, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh dan Nigeria) merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam, khususnya sumber daya pertanian sehingga para pemimpin Negara D-8 menempatkan pertanian sebagai program utama dalam roadmap D-8 dalam kurun waktu 10 tahun kedepan (2008 – 2018). Pada pertemuan puncak Negara-negara D-8 di Malaysia, para pemimpin Negara D-8 melihat kondisi global yang cukup serius dengan berkurangnya cadangan pangan dan meningkatnya harga-harga bahan pangan yang berdampak pada ancaman adanya ketidakstabilan ekonomi dan social masyarakat.

 

Untuk itu diperlukan kerjasama antar Negara D-8, termasuk keterlibatan sector swasta, untuk meningkatkan produksi pertanian (dalam arti luas), khususnya kerjasama dalam pengembangan pupuk (fertilizer), pakan (animal feed) dan pengembangan benih/bibit (seed bank).

 

Untuk melaksanakan mandat para pemimpin Negara D-8, maka dilakukan pertemuan tingkat Menteri Pertanian Negara D-8 di Malaysia pada tanggal 25 – 27 Februari 2009, dimana dalam pertemuan tersebut terdapat 3 buah Working Group yaitu (1) Working Group on Seed, (2) Working Group on Fertilizer dan (3) Working Group on Animal Feed. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan dan dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut “Kuala Lumpur Initiative to Address Food Security in D-8 Countries”.

 

Kebijakan, program dan kegiatan pengembangan pakan dilakukan untuk menjawab 2 (dua) isu yaitu ketahanan pakan (feed security) dan keamanan pakan (feed safety). Ketahanan pakan ditujukan untuk mencapai kemandirian dalam penyediaan pakan, baik kemandirian dalam penyediaan bahan baku pakan (jagung, dedak, bungkil kedelai, tepung ikan, dsb) maupun kemandirian dalam penyediaan pakan jadi (tidak impor), sedangkan keamanan pakan ditujukan agar peternak dapat mengakses pakan dengan mutu baik dan aman serta mengurangi terjadinya pemalsuan pakan.

 

Working Group on Animal Feed menunjuk Indonesia dan Malaysia sebagai prime movers (penggerak) kegiatan kerjasama pengembangan pakan negara D-8 yang kemudian mengadakan pertemuan di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 7 – 8 Mei 2009 dan menghasilkan beberapa keputusan yaitu : (1) kedua Negara telah membuat payung dari kerjasama Working Group on Animal Feed (WGAF) negara-negara D-8 berupa TOR kerjasama yang difasilitasi oleh Departemen Luar Negeri; (2) WGAF akan melaksanakan pertemuan pertama berupa workshop; (3) Agenda utama workshop adalah membahas potensi dan strategi kecukupan pakan dinegara-negara D-8 (Ditjen Peternakan), kerjasama penelitian (Badan Litbang), pengembangan pusat informasi pakan (Badan Litbang dan IPB) dan harmonisasi pengujian mutu pakan (Balai Pengujian Mutu Pakan Ternak/BPMPT).

 

Pertemuan di hotel JW Marriot Surabaya merupakan tindak lanjut dari pertemuan di NTB dalam bentuk working group on animal feed. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi Malaysia dan Mesir, perwakilan dari kedutaan besar Iran dan Pakistan sedangkan 3 negara lainnya yaitu Bangladesh, Nigeria dan Turki berhalangan hadir.  Selain itu pertemuan ini juga dihadiri oleh pihak swasta yang merupakan pelaku dari industri pakan.

 

Pertemuan ini akan membahas topik-topik yang berkaitan dengan ketahanan pakan (feed security, harmonisasi dari jaminan keamanan pakan, pembentukan pusat informasi pakan, penelitian dan pengembangan pakan termasuk pengembangan bahan pakan alternative. Selain itu pertemuan juga akan mempertemukan pelaku para industri pakan negara-negara D-8. Diharapkan dengan bertemunya pemerintah dan pelaku usaha dibidang  pakan akan terjalin kerjasama saling menguntungkan diantara negara-negara D-8.

 

Untuk lebih mengetahui bagaimana industry pakan khususnya di Jawa Timur dalam pembuatan pakan, maka peserta akan diajak untuk mengunjungi 2 pabrik pakan di daerah Sidoarjo yaitu   PT. Charoen Pokhpand dan PT. Jafpa Comfeed. Dengan melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan pakan, bagaimana kualitas bahan baku yang digunakan, diharapkan para peserta dapat langsung melakukan kerjasama.

 

Sumber: Biro Kerjasama Luar Negeri-Sekretariat Jenderal

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa