Kegiatan Stasiun Lapang Agrokreatif LPPM IPB di Desa Salut, Lombok Utara

Kegiatan Stasiun Lapang Agrokreatif LPPM IPB di Desa Salut, Lombok Utara

LPPM IPB menerjunkan fasilitator Stasiun Lapang Agrokreatif (SLAK), Muhammad Taufik Akbar dan Anjas Madisha, alumni Departemen Proteksi Tanaman dan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB, dari tanggal 18 Februari sampai dengan 9 April 2019 di Desa Salut untuk membantu masyarakat setempat dalam mengembangkan sentra produksi pertanian.

Desa Salut merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat Desa Salut sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak. Komoditas utama di bidang pertanian lebih dominan ke arah tanaman tahunan berupa pisang, kelapa, kakao, kemiri, dan jambu mete sedangkan untuk bidang peternakan lebih di dominasi oleh peternakan sapi. Masyarakat melakukan kegiatan peternakan sapi dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan jumlah ternak peliharaan minimal 2 ekor sapi setiap rumah tangga.

Kegiatan SLAK yang dilakukan oleh fasilitator LPPM IPB di Desa Salut adalah pembuatan tools pertanian dan pemanfaatan lahan tidur. Pembuatan tools pertanian yaitu berupa pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian. Hal ini diharapkan mampu mendukung keberhasian prokuktivitas kebun obat konvensional. Lahan tidur dimanfaatkan sebagai sumber makanan sehat sebagai pemenuhan kebutuhan gizi sehari hari melalui kegiatan pembuatan kebun gizi.

Pemanfaatan kotoran ternak dalam bentuk pupuk organik cair bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang mengakibatkan pecemaran lingkungan.  Selain itu, pupuk organik merupakan salah satu bahan yang dapat memperbaiki tingkat kesuburan tanah sehingga kondisi tanah menjadi gembur. Pembuatan pupuk organik cair dilakukan dengan kelompok tani Karya Merta yang diketuai oleh bapak Wayan Mintra. Pembuatannya dilakukan dengan cara memanfaatkan limbah pertanian dan limbah ternak berupa kotoran kambing, bedak, jerami, gedebong pisang, serta daun leguminosa. Bahan tersebut dicacah hingga kecil dan dimasukan kedalam drum dengan menambahkan  bioaktivator dan molases. Pemberian bioaktivator berfungsi mempercepat proses penguraian bahan bahan pembuat pupuk. Sedangkan pemberian molases berfungsi sebagai makanan awal bagi mikroba yang akan berkerja menguraikan bahan-bahan yang akan dibuat pupuk organik cair. Setelah itu, bahan yang sudah diberikan bioaktivator dan molases akan dibiarkan selama dua minggu dalam keadaan kedap udara. Dengan adanya kegiatan pembuatan tools pertanian diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan lahan secara tepat dan efektif, teknik pembuatan pupuk kandang dan pupuk organik cair (POC) beserta pemanfaatannya.

Pembuatan kebun gizi di Desa Salut dikerjakan pada lahan seluas 1000 m2 dengan ditanami berbagai jenis tanaman konsumsi yaitu  kangkung, caisin, bayam, selasa, pepaya, paria, kacang panjang, talas, singkong, ubi jalar, cabe, tomat, dan terong. Penanaman jenis-jenis tanaman tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat dengan di bantu oleh fasilitator yang mengarahkan dan membimbing masyarakat dalam melakukan cara penanaman yang baik dan benar. Tahapan dalam proses pembuatan kebun gizi yaitu pembersihan lahan, pembuatan bedengan, pemasangan mulsa plastik, pembibitan, dan penanaman. Pembuatan kebun gizi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Desa Salut untuk mengatasi masalah susahnya mencari sumber pangan alternatif di sekitar desa, selain itu penanaman ini dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur yang tidak di gunakan untuk menghasilkan suatu hasil kebun yang dapat di konsumsi.

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa