PUSAT STUDI BIOFARMAKA DAN PT PRIMAX ASIA LINK KEMBANGKAN BAHAN BAKU OBAT-OBATAN DARI TRENGGILING

PUSAT STUDI BIOFARMAKA DAN PT PRIMAX ASIA LINK KEMBANGKAN BAHAN BAKU OBAT-OBATAN DARI TRENGGILING

 primax

PUSAT STUDI BIOFARMAKA DAN PT PRIMAX ASIA LINK KEMBANGKAN BAHAN BAKU OBAT-OBATAN DARI TRENGGILING

 

Pada hari Kamis (27/1/11) bertempat di Ruang Sidang LPPM-IPB, Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt 3 Kampus IPB Darmaga, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB menandatangani MoU dengan PT Primax Asia Link dalam hal Penelitian, Pengembangan, Penangkaran, dan Pembudidayaan Hewan Trenggiling, yang akan dilaksanakan oleh Pusat Studi Biofarmaka, dan direncanakan berlangsung selama 5 tahun.

 

Dalam sambutannya, Pak Beni Soetanto, Chief of Operating Officer PT Primax Asia Link, mengatakan hewan trenggiling ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Banyak penelitian di Cina yang menggunakan trenggiling atau Chuan Shan Jia dalam bahasa Cina.  Diharapkan tahun ini dapat memulai aktivitas dengan workshop, penelitian dan pengembangbiakan sehingga kedepan dapat dijadikan bahan baku produk untuk diekspor.  Penelitian akan meliputi aspek khasiat dan penangkarannya

 

Disisi lain, Kepala LPPM-IPB, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya N, M. Eng, mendukung upaya pengembangan sumber daya Indonesia yang belum banyak dimanfaatkan.  Tidak hanya menggunakan saja sumber daya tersebut tetapi juga dibudidayakan, dan dapat berlangsung hingga tahun-tahun mendatang

 

Sementara itu, Prof. Dr. Latifah K Darusman, Kepala Pusat Studi Biofarmaka, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama multi disiplin, baik dari segi sumber biofarmaka (hewan) nya maupun dari segi khasiat dan pengembangan produknya. Diharapkan riset pendayagunaan sumber biofarmaka dari hewan ini dapat menambah khasanah riset sumber bahan biofarmaka untuk digunakan sebagai bahan baku untuk herbal/jamu.  Selain trenggiling yang baru akan dimulai, Pusat Studi Biofarmaka telah mengembangkan produk dari cacing, sedangkan untuk sumber tumbuhan relative sudah lebih berkembang.  Workshop mengenai potensi trenggiling dari status/kondisi direncanakan pada bulan Maret yang akan datang.

 

Pada kesempatan tersebut, acara dihadiri juga oleh Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc. (Waka LPPM Bidang Penelitian); Bapak Koman Darlim; Dr. Min Rahminiwati, Drs. Edy Djauhari Purwakusumah, MSi.; Rudi Heryanto, MSi; Agus F Kosim, ST dan beberapa staf PSB. (tiest/ld)

 

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa