Korelasi dan Sidik Lintas Karakter Agronomi Padi Hibrida. Nita Kartina, Bayu Pramono Wibowo, Yuni Widyastuti, Indrastuti Apri Rumanti, Satoto

ABSTRAK

 

Dua pendekatan untuk meningkatan produksi padi dengan varietas unggul baru (VUB) melalui konsep padi tipe baru (PTB) dan eksploitasi heterosis padi hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil dan komponen hasil 36 genotipe padi hibrida pada tahap daya hasil pendahuluan di dua lokasi pengujian. Percobaan dilaksanakan pada musim tanam kedua MT (II) Tahun 2013 di Kebun Percobaan Sukamandi, Subang, Jawa Barat dan Batang, Jawa Tengah menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Materi yang digunakan adalah 36 genotipe padi hibrida dan empat varietas pembanding, yaitu Hipa8, Hipa Jatim2, Ciherang, dan Longping Optima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil gabah dipengaruhi oleh lokasi/lingkungan, genotipe serta interaksi genotipe, dan lingkungan. Terdapat dua genotipe padi hibrida yang memberikan hasil gabah lebih tinggi dari empat varietas pembanding dan satu genotipe yang nyata lebih tinggi dari varietas Longping Optima. Hibrida tersebut, yaitu GMJ6/CRS519 dengan rerata hasil gabah 9,9 t/ha, GMJ14/CRS757 dengan hasil gabah 9,5 t/ha, dan A1/CRS518 dengan hasil gabah 6,2 t/ha. Berdasarkan analisis korelasi dan sidik lintas, karakter jumlah anakan produktif dan jumlah gabah total memiliki pengaruh langsung dan positif terhadap hasil gabah dengan koefisien lintasan sebesar 0,4028 dan 0,2153. Karakter panjang malai serta persentase pengisian biji (seed set) juga memberikan pengaruh langsung yang positif dan nyata terhadap hasil sebesar 0,095 dan 0,0956 sehingga karakter ini dapat digunakan sebagai kriteria seleksi.

Kata kunci: karakter agronomi, korelasi, padi hibrida

ABSTRACT

Two approachment to increase yield productivity with new variety throught new plant type (NPT) concept and heterosis exploitation of hybrid rice. The research was to evaluated yield and yield component of 36 hybrid rice genotypes in preliminary yield trial at two locations. The experiment was conducted in the second season MT (II) 2013 at the Sukamandi experimental station, Subang - West Java Province and in Batang, Central Java Province by using Randomized Complete Block Design (RCBD). The material used were 36 hybrid rice genotypes and four check varieties namely Hipa8, Hipa Jatim2, Ciherang, and Longping Optima. The results showed that grain yield had been effected by location, genotypes, and both interactions. There were two hybrid rice genotypes that give high yield potential than four check varieties, and one hybrid rice genotype significantly different from Longping Optima. Those hybrids were GMJ6/CRS519 (9.9 t/ha), and GMJ14/CRS757 (9.5 t/ha), and A1/CRS518 (6.2 t/ha). Based on path analysis number of productive tiller and number of total grain per panicle have direct effect to yield with path coefficient as 0.4028 and 0.2153. Length panicle and seed set also gave positif and significant direct effect to yield as 0.095 and 0.0956, so these characteristics could be used as selection criteria.

Keywords: agronomic characters, correlation, hybrid rice

Download Abstrak

Close