Manajemen Kualitas Air Dengan Teknologi Bioflok: Studi Kasus Pemeliharaan Ikan Lele (Clarias Sp.). Nadya Adharani, Kadarwan Soewardi, Agung Dhamar Syakti, Sigid Hariyadi

ABSTRAK

Teknologi bioflok merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah kualitas air lingkungan budidaya yang diadaptasi dari teknik pengelolaan limbah secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pemeliharaan benih ikan lele dengan penerapan bioflok dari beberapa produk konsorsium, diantaranya bakteri Bacillus megaterium (BM), Supernit (SP), Depok 165 (DP165), Kayajaga (KJ) dengan membandingkan pemeliharaan tanpa teknologi bioflok untuk perbaikan kualitas air. Hasil penelitian dan uji statistik menunjukkan bahwa, konsentrasi TAN terendah oleh probiotik KJ sebesar 2,56 mg L-1 sedangkan kontrol sebesar 5,47 mg L-1 dan konsorsium bakteri memberikan pengaruh terhadap TAN (p<0,05). Konsentrasi amonia terendah oleh probiotik KJ sebesar 0,0001853 mg L-1 sedangkan kontrol sebesar 0,0003973 mg L-1, dan konsorsium bakteri tidak memberikan pengaruh terhadap amonia (p>0,05). Konsentrasi nitrit terendah oleh probiotik BM sebesar 0,065 mg L-1 sedangkan kontrol sebesar 0,124 mg L-1, dan konsorsium bakteri memberikan pengaruh terhadap nitrit (p<0,05). Konsentrasi nitrat terendah oleh probiotik BM sebesar 1,203 mg L-1 sedangkan kontrol sebesar 3,437 mg L-1, dan konsorsium bakteri memberikan pengaruh terhadap nitrat (p<0,05). Konsorsium bakteri memberikan pengaruh terhadap COD (p<0,005) akan tetapi seluruh perlakuan konsorsium memiliki nilai konsentrasi lebih tinggi yang berkisar antara 430-475 mg L-1 dibandingkan kontrol. Dari sini ditarik kesimpulan bahwa penerapan bioflok dapat memperbaiki kualitas air, dimana hal ini terlihat dari penurunan nilai konsentrasi parameter TAN, amonia, nitrit, dan nitrat.

Kata kunci: bioflok, Clarias sp., kualitas air, manajemen

ABSTRACT

Biofloc technology is one of the alternative to overcome the problem of water quality of cultivation environment which was adapted from conventional waste management techniques. The purpose of this study was to assess the young catfish culture by applying bioflocs of some consortium products, such as Bacillus megaterium (BM), Supernit (SP), Depok 165 (DP165), Kayajaga (KJ) compared to non biofloc application for improving the water quality. The results of this study and statistical test showed that the lowest concentration of TAN by probiotic KJ was about 2.56 mg L-1, while the control was about 5.47 mg L-1, and the consortium of bacteria gave effect to  TAN value (p<0.05). The Lowest concentration of amonia by probiotic KJ was about 0.0001853 mg L-1, while control was about 0.0003973 mg L-1, and the consortium of bacteria did not give effect to amonia value (p>0.05). The lowest concentration of nitrite by probiotic BM was about 0.065 mg L-1, while the control  was about 0.124 mg L-1, and the consortium of bacteria gave effect to the nitrite value (p<0.05). The lowest concentration of nitrate by probiotic BM was about 1.203 mg L-1, while the control was about 3.437 mg L-1, and the consortium of bacteria gave effect to the nitrate value (p<0.05). Consortium of bacteria gave effect to the COD value (p<0.05), but all bioflocs treatments had an average value of COD higher than the control. The conclusion that the bioflocs aplication was able to improve the water quality shown by decreasing parameter values of TAN concentrations, ammonia, nitrite, and nitrate.

Keywords: biofloc, Clarias sp., the management, water quality

Download Abstrak

Share...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Close