Program Edukasi Batik Garut Istimewa (BAGARIS) bagi Siswa Tunarungu di Limbangan, Garut. Gustini Suryaningsih, Aditya Dwi Gumelar, Nadya Asy-syifa Rahman, Ilham Maulidin, Rinto Hoiruddin Harahap, Syaefudin

ABSTRAK

Batik merupakan budaya asli Indonesia yang telah diakui menjadi warisan dunia. Batik Indonesia memiliki corak, warna, maupun teknik pembuatan yang khas dan perlu dilestarikan. Dua masalah yang sering dihadapi pada upaya pelestarian batik Indonesia adalah kurangnya pengetahuan tentang keragaman corak dan rendahnya keterampilan pengrajin muda. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang corak batik khas Indonesia, khususnya batik Garut dan menyediakan tenaga handal yang memiliki keterampilan membatik. Metode kegiatan dilakukan dengan pelatihan, mencakup tutorial membatik dan manajemen usaha, diskusi, praktikum, pendampingan, dan monitoring berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan di dalam ruangan dan kunjungan belajar ke sentra usaha batik khas Garut. Peserta pelatihan adalah siswa-siswi tunarungu Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah Limbangan, Kabupaten Garut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan tentang motif dan keterampilan membatik siswa meningkat, berturut-turut sebesar 76 dan 29%. Batik buatan siswa-siswi tunarungu juga memiliki standar yang baik dan memiliki nilai jual. Selain itu, motivasi siswa untuk berwirausaha di bidang batik Garut juga meningkat. Bentuk pengembangan dan keberlanjutan program membatik ditandai dengan upaya sekolah menjadikan kegiatan Batik Garut Istimewa (BAGARIS) sebagai ekstrakurikuler di SLB BC YGP Bl Limbangan, Garut sesuai dengan surat keterangan No. 015/SLB/BC/YGP/BL.L/IV/2016.

Kata kunci: batik Garut, khas Garut, tunarungu, unik

ABSTRACT

Batik is a native culture from Indonesia that has been recognized as a world heritage. Indonesian batik has unique of style, color, and manufactural techniques that should be preserved. Two problem often encountered in the conservation effort of Indonesian batik, which include lack of knowledge about the styles and low skills of young craftsmen. This program aims to increase knowledge about the typical Indonesian batik, especially batik Garut and provides skillfull craftsmen. Method of activities carried out by the training, including batik and business management tutorials, discussions, practical experiment, mentoring, and sustainable monitoring. Training was conducted indoors and study visit to the business center of batik Garut. Training participants were deaf students from Special School Students (SLB) at Limbangan, Garut. The results showed that the knowledge of batik patterns and the students skills who able to make a batik Garut were increased 76 and 29%, respectively. Batik made by deaf students had a good standard and has a sale value. In addition, student's motivation for entrepreneurship in batik Garut increased. Developmental and sustainable programs were marked by making Batik Garut Istimewa (BAGARIS) as an extracurricular at SLB BC YGP Bl Limbangan, Garut in accordance with the certificate No. 015/SLB/BC/YGP/BL.L/IV/2016.

Keywords: deaf, Garut batik, Garut type, unique

Download Abstrak  

Close