Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya Pangan di Sekitar Wilayah Operasional PT. Pertamina Asset 3 Subang Field

(Inovation on Community Empowerment Based on Food Resources Around the Operation Area of PT. Pertamina Asset 3 Subang Field)


Sumardjo1, 2 *, Adi Firmansyah2

1 Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia,
Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680.
2 Pusat Kajian Resolusi Konflik, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,
Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16144.
*Penulis Korespondensi: sumardjo@careipb.or.id

 

ABSTRAK
Wilayah sekitar operasional perusahaan sering ditemukan permasalahan ketidakberdayaan yang berpotensi terjadinya kesenjangan dengan perkembangan perusahaan. Di sinilah perusahaan melalui program CSR dituntut untuk berkontribusi mengatasi kesenjangan sehingga potensi konflik dapat dikelola dengan tepat. Tujuan program pendampingan adalah: merancang pengembangan masyarakat yang secara partisipatif efektif memobilisasi sumber daya lokal, mendorong kemandirian masyarakat melalui usaha-usaha produktif, dan mengembangkan model pelembagaan pengembangan kemandirian masyarakat. Pendekatan pelaksanaan pendampingan dilakukan dengan partisipatif menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Lokasi program berada di Kabupaten Subang dan Karawang. Program pendampingan telah dilakukan terhadap empat kelompok sasaran, yaitu: kelompok jamur terpadu (10 orang), kelompok ternak domba (25 orang), kelompok rumah pangan lestari (35 orang), dan kelompok usaha PKBM (66 orang). Program pemberdayaan masyarakat telah menghasilkan inovasi, sebagai berikut: (1) Pengembangan usaha jamur kelompok dengan sistem zero waste, kelompok telah memanfaatkan jerami untuk media tanam jamur; (2) Pengolahan berbagai jenis makanan berbahan dasar jamur, berupa mie jamur dan roti jamur; (3) Pemanfaatan kotoran domba menjadi pupuk organik; (4) Pemanfaatan jerami untuk pakan ternak; (5) Desain kandang inovatif untuk meminimalkan bau kotoran ternak, pencemaran lingkungan, dan mudah dibersihkan; dan (6) Integrasi pendidikan non formal (keaksaraan dan kesetaraan) dengan pendidikan kewirausahaan. Kesimpulan: berdasarkan aspek kemandirian, partisipasi dan jaringan kerja pada kelompok-kelompok sasaran, maka kelompok usaha terasi PKBM Assolahiyah merupakan kelompok terpesat perkembangannya, sedangkan kelompok sasaran yang masih sangat terbatas perkembangannya adalah kelompok rumah pangan; dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan secara partisipatif melalui pendampingan terbukti efektif mendorong lahir dan berkembangnya inovasi-inovasi, dan praktek-praktek baru yang dihasilkan masyarakat.
Kata kunci: inovasi pemberdayaan, pendekatan partisipatif, pengembangan masyarakat

ABSTRACT
Around the company's operations are often found powerlessness problems of society. The company through the CSR program are required to contribute to addressing the problems, so that potential conflicts can be managed. The program objectives are: designing community development that can become self-sufficient rural development model as a development movement program that can mobilize local resources; promoting independence of society through the productive activities, and develop a model of the institutionalization of the development of self-reliance. The program has been implemented by the PRA method, which location in Subang and Karawang. Programs have been conducted on four target groups, namely mushroom group (10 members), the group of sheep (25 members), food group (35 members), and Assolahiyah group (66 members). Community empowerment program has resulted in innovation, as follows: (1) Zero waste systems in mushroom group, the group has use of straw for mushroom growing media; (2) Processing of various types of food made from mushrooms, such as mushroom noodles and mushroom bread; (3) Utilization of sheep dung into organic fertilizer; (4) Utilization of straw for animal feed; (5) An innovative enclosure design to minimize the smell of dung, environmental pollution, and easy to clean; and (6) The integration of nonformal education with entrepreneurship education. Conclusion: based on the development of group target (independence, participation, and networking), group Assolahiyah is a fastest, and the lowest is food group; and participatory program, is effectively encouraging the growth and development of innovation/new practices which generated by community
Keywords: community development, innovation empowerment, participatory approaches

Close