Program Responsif Gender belum Optimal

Program Responsif Gender belum Optimal

KONSISTEN: Kepala PSW LPPM IPB Titik Sumarti terus berjuang melalui lembaganya agar perempuan dan laki-laki responsif gender.
BANYAK hal yang membuat Titik mau tak mau harus terjun dalam kepengurusan PSW IPB. Salah satunya, ketertarikan perempuan kelahiran Semarang ini dalam berorganisasi. Diakuinya, sejak masih di bangku sekolah dasar ia sudah ikut berorganisasi. Nah, dari organisasi itu, keberpihakannya kepada perempuan kian mengerucut. Pasalnya, selama ini perempuan menduduki posisi yang strategis. Selain itu, generasi muda dilahirkan dari seorang ibu. Dimana ibu memiliki harkat dan martabat yang tinggi dan perlu dijaga dengan baik.

“Sementara, kenyataannya kini perempuan masih jauh tertinggal ketimbang lakilaki,” ujarnya.

Keprihatinan itu, kata Titik, kian jelas saat dirinya berkecimpung pertama kali di PSW pada 1991 dengan jabatan asisten peneliti. Dari berbagai penelitian yang dilakukan, bungsu dari sebelas bersaudara ini, kian mantap dan tertarik untuk lebih mengembangkan perempuan. Salah satu penelitian yang pernah dilakukan adalah riset terhadap perlakuan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia dan Filipina. Di sana, dia menyaksikan sendiri bagaimana perempuan harus berjuang mempertahankan hidup di negeri orang, mulai dari kedatangan hingga kepulangan mereka ke tanah air.

Dari riset-riset tersebut, Titik bisa menarik kesimpulan, jika dilihat dari kebijakan pembangunan responsif gender saat ini belumlah optimal. Salah satu faktor yang membuat program itu tidak berhasil karena inpres yang lemah.

“Seharusnya bisa jadi undang-undang kesetaraan gender, sehingga bisa lebih kuat,” ujarnya.

Selain itu, menurut Titik, untuk konsisten menekuni PSW karena dirinya ingin mengembalikan PSW sebagai satu pusat bukan divisi, sebagaimana pendiri-pendiri sebelumnya.

“Atau lebih tepatnya menjalankan pemberdayaan, pengarusutamaan gender di wilayah pertanian dan pedesaan yang berkelanjutan,” pungkasnya.(nie)

 
Sumber Radar Bogor

 

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa