PRA WORKSHOP Pemetaan Sosial Wilayah Sekitar Tambang untuk Perencanaan Program CSR PT. KIDECO JAYA AGUNG (KIDECO) 2016 – 2020

PRA WORKSHOP Pemetaan Sosial Wilayah Sekitar Tambang untuk Perencanaan Program CSR PT. KIDECO JAYA AGUNG (KIDECO) 2016 – 2020

1

Senin, 26 September 2016 terselenggara PRA WORKSHOP Pemetaan Sosial Wilayah Sekitar Tambang untuk Perencanaan Program CSR PT. KIDECO JAYA AGUNG (KIDECO) 2016 – 2020 kerjasama antara LPPM IPB - PT. KIDECO JAYA AGUNG (KIDECO) di IPB International Convention Center, Bogor. LPPM merupakan suatu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Institut Pertanian Bogor, yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam melaksanakan Program Kegiatan Pemetaan Sosial di wilayah operasional PT. KIDECO JAYA AGUNG. Perwakilan dari LPPM yang hadir pada kegiatan ini adalah Dr. Ir. Agus Oman Sudrajat, M.Sc., selaku sekretaris LPPM IPB.

Banyak berita yang telah menjadi konsumsi publik berkaitan dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap perusahaan. Apalagi perusahaan yang mengeskploitasi sumberdaya alam besar-besaran tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat sekitarnya. Hal ini menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan yang berakibat terbatasnya ruang gerak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup dan perekonomian yang menurun menjadikan masyarakat lebih miskin. Sampai keluhan teringan kurangnya kontribusi perusahaan terhadap masyarakat. Efek yang muncul pun akan beragam antara lain: timbulnya kecemburuan social, apatis, gangguan sampai konflik antara masyarakat sekitar dengan perusahaan.

Undang-undang no. 18 tahun 2007 mengatur tentang Perseroan Terbatas, pada pasal 74 mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, yang detilnya diatur dalam Peraturan Pemerintah no. 47 tahun 2012, perusahaan wajib menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Implementasinya, perusahaan menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Supaya program CSR tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat, lingkungan, tidak menimbulkan kecemburuan dan konflik antar stakeholders dan atau perusahaan, maka haruslah didasari dengan Social Mapping (Pemetaan Sosial) yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemetaan Sosial akan mengenali stakeholders (individu, kelompok, organisasi), forum & mekanisme pembahasan kepentingan publik, potensi wilayah, masyarakat rentan, masalah sosial, dll. Pemetaan Sosial ini mampu memberikan gambaran yang lebih transparan, spesifik, terukur dan mampu menggali kebutuhan masyarakat secara partisipatif. Dokumen pemetaan sosial ini menjadi acuan utama untuk penyusunan rencana strategis dan program CSR perusahaan. Masalah sosial dan konflik diatas dapat dicegah dan dikurangi bila perusahaan melakukan program CSR yang dilandasi dengan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Disamping itu terus mendorong keterlibatan dan inisiatif masyarakat dalam menyusun, menjalankan dan mengevaluasi program CSR perusahaan, sehingga program CSR perusahaan mampu memandirikan masyarakat.

Unduh PDF Pra-WorkShop

lppm

Leave a Reply

Close