PPLH mempelopori pemakaian alat pendingin ruangan yang ramah lingkungan di IPB

PPLH mempelopori pemakaian alat pendingin ruangan yang ramah lingkungan di IPB

pplhSebagai pusat penelitian yang bergerak di bidang lingkungan, PPLH-IPB telah mengupayakan berbagai cara untuk dapat menyumbangkan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki untuk kelestarian lingkungan. 

Berbagai pelatihan lingkungan, seperti AMDAL, Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, Pengelolaan Sampah, dll. telah dan masih akan terus dilakukan.  Pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan desa mandiri berbasis mikro hidro yang memanfaatkan sumberdaya air untuk kemaslahatan masyarakat dan konservasi hutan telah dimulai.  Demikian pula pengabdian kepada masyarakat berupa aplikasi hasil penelitian dalam pengelolaan sampah dan pengomposan juga telah dilakukan.  Penelitian dan pelayanan kepada publik untuk bidang lingkungan pun masih terus dilakukan.

Telah datang saatnya PPLH-IPB menyumbang langsung kepada lingkungan.  Pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2009, sebuah alat pendingin ruangan (AC) telah diretrofit, dengan cara mengganti refrigerant dari freon (CFC) ke hidrokarbon. Pemakaian hidrokarbon akan menyebabkan pengurangan efek gas rumah kaca dan pemanasan global, karena hidrokarbon tidak bereaksi dengan ozon. AC dengan kekuatan 1,5 PK yang telah diretrofit menunjukkan penurunan ampere sebesar 24%, yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan pemakaian energi listrik.  Ini menunjukkan bahwa retrofit ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menghemat energi yang berarti menghemat biaya listrik.

Bayangkan jika beribu-ribu alat pendingin yang ada di IPB (baik AC ruangan, AC mobil, maupun kotak pendingin/kulkas/freezer) diretrofit, berapa banyak energi yang akan dapat dihemat, sebanyak itulah biaya listrik akan dapat dihemat, dan sudah pasti efek rumah kaca dapat dikurangi dan pemanasan global pun dapat dihambat. (ekd)

Photo : http://4.bp.blogspot.com

 

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa