PKSH LPPM IPB Selenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Penyelia Halal Batch VI

PKSH LPPM IPB Selenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Penyelia Halal Batch VI

Pusat Kajian Sains Halal (PKSH), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Penyelia Halal batch yang ke 6 pada hari Senin sd  Rabu, 4 - 6 November 2019 di  Ruang Pascasarjana Kampus IPB Baranangsiang. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Lembaga Sertifikasi Profesi LPPOM MUI.

Sesuai UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, setiap produk dan jasa terkait makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan barang gunaan yang diedarkan di Indonesia wajib tersertifikasi halal mulai Oktober 2019. Perusahaan yang akan dan telah memiliki sertifikasi halal wajib memiliki penyelia halal (halal supervisor) seperti yang disyaratkan dalam Pasal 24 Undang-undang JPH.  Untuk mendukung hal tersebut Pemerintah telah menerbitkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk Penyelia Halal, (SKKNI no  215 tahun 2016).

Pada pelatihan kali ini, sebanyak 21 peserta dari berbagai latar belakang, seperti dari praktisi industri, mahasiswa dan dosen dari  universitas , dan masyarakat penggiat dan pembimbing UKM dari berbagai daerah di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetesi yang didasarkan pada SKKNI no 215 tahun 2016 tersebut.

Dalam pembukaan pelatihan, Prof. Khaswar Syamsu sebagai Kepala Pusat Kajian Sains Halal LPPM IPB University yang juga Dosen Teknologi Industri Pertanian IPB University, menyampaikan bahwa “dengan memiliki kompetensi penyelia halal, seorang dosen dari Pusat Kajian Halal dapat memahami Sistem Jaminan Halal (Halal Assurance System)  sehingga akan lebih mudah untuk lulus ujian kompetensi sebagai auditor halal;   bagi mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini maka setelah lulus akan memiliki keunggulan kompetitif untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang akan atau telah menerapkan  Sitem Jaminan Halal;  dan bagi staf  perusahaan maka sertifikat pelatihan atau sertifikat kompetensi bisa dijadikan sebagai bukti untuk pemenuhan syarat dalam implementasi Sistem Jaminan Halal di perusahaannya”. Prof Khaswar Syamsu juga langsung sebagai narasumber pada hari pertama dengan memberikan materi Pengantar pentingnya Sertifikasi Halal dan Sistem Jaminan Halal; Kebijakan, Prosedur serta Regulasi  Sertifikasi Halal, dan diikuti oleh  Prasyarat dan Syarat dalam Implementasi Sistem Jaminan Halal yang harus dikuasai seorang Penyelia Halal. Pada hari ke-2, hadir sebagai narasumber Ibu Dr Nancy Dewi Yuliana, STP, MSc, Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University sekaligus Ketua Kelompok Peneliti Autentikasi Halal, Pusat Kaiian Sains Halal IPB University. Pada kesempatan tersebut Dr. Nancy  menjelaskan Prosedur Pendukung dalam Penerapan SJH, Ketertelusuran (Traceability) Produk Halal, Penanganan Bahan dan Produk yang tidak memenuhi Kriteria Halal, Evaluasi Implementasi SJH dalam bentuk Audit Internal,  serta Pembuatan Manual Halal di Perusahaan.  Di hari terakhir seluruh peserta mengikuti Uji Komptensi yang dilakukan oleh 3 asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi LPPOM  MUI.

“Pelatihan dan Uji Komptensi Halal ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan update tentang regulasi, sebagai upaya pemenuhan kewajiban perusahaan dalam menjalankan Undang-undang tentang Jaminan Produk Halal serta Implementasi Standar Sistem Jaminan Halal" tutur Ibu Lilis, peserta dari PT Kiat Indah Pulp and Paper.(dilaporkan oleh Agy Wirabudi, PKSH IPB University).

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa