Persiapan Kegiatan Pendampingan Peningkatan Produksi Kedelai dengan Teknologi BJA oleh LPPM IPB

Persiapan Kegiatan Pendampingan Peningkatan Produksi Kedelai dengan Teknologi BJA oleh LPPM IPB

Pada tahun 2017, LPPM IPB bekerja sama dengan Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Dirjen Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian untuk meningkatkan produksi kedelai melalui penerapan teknologi budidaya jenuh air (BJA) di 7 (tujuh) provinsi di Indonesia yaitu Provinsi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Pada tanggal 28 – 30 Maret 2017, tim LPPM IPB melaksanakan kunjungan lapang ke 3 provinsi lokasi pengembangan kedelai BJA tahun 2017 yaitu Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Jambi. Dalam kunjungan lapang tersebut dilakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi kegiatan, pengecekan calon petani calon lahan (CPCL), dan penentuan lokasi demplot.

Kunjungan lapang ke Kalimantan Tengah dilakukan oleh Tim LPPM IPB yaitu Dr. Ir. Prastowo, M.Eng (Kepala LPPM IPB), Prof. Dr. Ir. Memen Surahman, MSc.Agr. (Ketua tim pelaksana kegiatan), Dr. Ir. Yuli Suharnoto, M.Eng (Tenaga ahli bidang irigasi/hidrologi), dan Anggi Nindita, SP, MSi (Person in Charge). Tim LPPM IPB terlebih dahulu diskusi dengan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus memberikan peta lahan potensial BJA yang merupakan hasil identifikasi lahan tahun 2016. Selanjutnya, Tim LPPM IPB didampingi PPL Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Pisang melakukan kunjungan ke lokasi demplot di Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau. Luas lahan yang ditetapkan sebagai demplot yaitu seluas 5.5 ha. Budidaya kedelai dengan teknologi BJA ini siap untuk ditanam di wilayah tersebut pada 20 April mendatang.

Pada tanggal 30 Maret 2017 dilakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sosialisasi kegiatan tahun 2017 di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ini mengundang beberapa pihak yang terkait yaitu Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas PU Pengairan Kabupaten Pulang Pisau, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kapuas, dan beberapa perwakilan Gapoktan yang akan terlibat dalam kegiatan BJA 2017. FGD tersebut membahas luasan lokasi kegiatan BJA tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu seluas 2.066 ha di Kabupaten Pulang Pisau dan 100 ha di Kabupaten Kapuas. Keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil survey identifikasi lahan yang sesuai untuk kegiatan BJA oleh tim IPB pada tahun 2016.

Selain di Provinsi Kalimantan Tengah, TIM IPB juga melakukan kunjungan lapang ke Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M. Sc.Agr (Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Penelitian), Dr. Ir. M. Yanuar J. Purwanto, M. Eng (Tenaga ahli bidang hidrologi), Danner Segala, SP. M.Si (Tenaga ahli bidang agronomi), dan Hafith Furqoni, SP. M.Si (Person in Charge). Pada kunjungan ini, Tim LPPM IPB melakukan Sosialisasi FGD di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Barito Kuala terkait kendala dan solusi dari kegiatan kedelai BJA yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 dan rencana di tahun 2017. Luas lahan kegiatan BJA yang ditetapkan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kabupaten Barito Kuala) tahun 2017 adalah 1000 ha dengan demplot seluas 10 ha.

Tim LPPM IPB yang melaksanakan kunjungan lapang ke Provinsi Jambi adalah Candra Budiman, SP, Msi. (Sekretaris Kegiatan), Toyip, SP, MSi. (Tenaga ahli bidang agronomi). FGD sosialisasi kegiatan, diskusi penentuan CPCL dan lokasi demplot dilakukan di UPTD Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama Kepala UPTD, PPL Tanjung Jabung Timur dan para petani. Luas lahan kegiatan BJA yang ditetapkan di Provinsi Jambi tahun 2107 adalah seluas 600 ha, terdiri atas 500 ha di Kabupaten Tanjabtim dan 100 ha di Kabupaten Muarojambi dengan demplot seluas 10 ha yang termasuk kedalam lahan yang akan dikembangkan di Kabupaten Tanjabtim.

Download : PDF

lppm

Leave a Reply

Close