Pengembangan POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga) Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Kampus - Pudji Muljono, Clara M. Kusharto, Nuriana Rochimawati

Pengembangan POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga) Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Kampus – Pudji Muljono, Clara M. Kusharto, Nuriana Rochimawati


PENGEMBANGAN POSDAYA (POS PEMBERDAYAAN KELUARGA) UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LINGKAR KAMPUS
(Development of Family Empowerment Program for the Communities Empowerment Surrounding the Campus)
 
Pudji Muljono1), Clara M. Kusharto2), Nuriana Rochimawati3)
1)Dep. Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB 2)Dep. Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB
3)Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, LPPM IPB
 
ABSTRAK
 
Posdaya sebagai model pemberdayaan masyarakat di Indonesia telah bergulir sejak 2006. Dalam rangka pengembangan masyarakat di lingkar kampus IPB telah dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya, namun belum mencakup seluruh desa binaan. Kajian ini merupakan implementasi pengembangan Posdaya, sosialisasi gerakan untuk lingkungan sehat dan penyuluhan untuk pengelolaan sampah. Pemilihan lokasi kajian dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan bahwa Kelurahan Situgede terletak di sekitar kampus IPB dan belum pernah dikembangkan Posdaya di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan terhadap para tokoh masyarakat dan para kader Posdaya dapat diketahui bahwa pengetahuan masyarakat tentang Posdaya relatif baik dan mereka sudah memahami apa dan bagaimana tentang Posdaya. Namun masyarakat pada umumnya belum sepenuhnya mendukung karena realisasi dalam bentuk yang kongkrit tentang program dan dampak yang dikembangkan oleh Posdaya belum terwujud secara nyata. Faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan Geulis Plus di Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor ini adalah aspek keteladanan dari Tim Inti sebagai penggerak sekaligus pelaksana. Peserta pelatihan untuk pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga akan lebih efektif jika melibatkan ibu-ibu rumah tangga, karena pada umumnya merekalah yang mengurusi sampah rumah tangga setiap harinya.
 
Kata kunci : Pos pemberdyaan keluarga, POSDAYA, pemberdayaan masyarakat.
 
ABSTRACT
 
Pos Pemberdayaan Keluarga or shortenend into POSDAYA (Family empowerment center) as a model of community empowerment in Indonesia have been implemented since 2006. In the framework of community development for communities living around Bogor Agricultural University campus, the University has planned their empowerment program through Posdaya. But the planned program did not reach all the targeted villages. This current study is the implementation of the Posdaya development, socialization of healthy environment campaign and extension for waste management. The site selection for the study was based on purposive consideration, as the Situgede Village is located around the campus and the village has never experienced to enjoy Posdaya Program. The result of the study showed that the community leaders and the cadres of Posdaya aware about the existance of Posdaya as well as its importance and functions for the community development. However, the society in general were not fully support the program due to the facts that its concrete program were not fully implemented and its development impacts were not materialized. The Important factors in the implementation of Geulis Plus in Situgede village, District of West Bogor, Bogor, was the exemplary aspect of the Core Team as motivators as well as its facilitators. Training on waste management at household level will be more effective if its participants would be the housewifes, as in general they were responsible in handling the household wastes every day.
 
Keywords : Family empowerment center; community empowerment.
 
Download : Abstrak

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa