Penganugrahan “Kinarya Satwasentosa” Sekolah Peternakan Rakyat (SPR – 1111) LPPM IPB Tahun 2017

Penganugrahan “Kinarya Satwasentosa” Sekolah Peternakan Rakyat (SPR – 1111) LPPM IPB Tahun 2017

Rabu (18/10) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM IPB) bekerjasama dengan ILDEX Indonesia 2017 yang didukung oleh PT. Permata Kreasi Meda (PKM) menyelenggarakan acara Penganugerahan “Kinarya Satwasentosa” Sekolah Peternakan Rakyat (SPR-1111) LPPM IPB Tahun 2017 . Penganugerahan ini diberikan kepada 6 SPR terbaik binaan LPPM IPB yaitu SPR 1111 Banyuasin (Kabupaten Banyuasin), SPR Maju Bersama (Kabupaten Musi Banyuasin), SPR Mesuji Raya (Kabupaten Ogan Komering Ilir), SPR Mega Jaya (Kabupaten Bojonegoro), SPR Maju Bersama (Kabupaten Bojonegoro), SPR Tunas Barokah (Kabupaten Bojonegoro).

Acara yang berlangsung di Pre Function Hall D – JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara tersebut dihadiri oleh Kepala LPPM IPB (Dr. Ir. Prastowo, MEng), Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Penelitian (Prof. Dr. Agik Suprayogi, MSc.,Agr), Koordinator SPR LPPM IPB (Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA), Direktur PT PKM (Drh. Fitri Nursanti), Kepala LPPM Universitas Brawijaya, Kepala LPPM UPN Veteran Surabaya, Perwakilan LPPM UNISKA Kediri, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Ketua GPPT dan Manajer 6 SPR dari 4 kabupaten yang akan memperoleh penganugerahan “Kinarya Satwasentosa”.

Menurut Prof. Muladno, Anugerah Kinarya Satwasentosa dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada SPR yang mampu dan mumpuni dalam memelihara dan menyediakan ternak untuk kesejahteraan manusia. Penganugerahan Kinarya Satwasentosa merupakan apresiasi bagi SPR yang telah menyelesaikan masa pendidikan maksimal 4 tahun yang siap untuk menjadi sebuah badan usaha yang berdikari dan memajukan sektor peternakan tanah air. “3 SPR sudah dilatih oleh LPPM IPB selama 4 tahun, sedangkan 3 SPR dari Bojonegoro sudah dilatih selama 3 tahun dan rencananya tahun depan Kabupaten Bojonegoro akan membentuk 3 SPR lagi atas inisiaif sediri. PEMDA sangat mengapresiasi dan merasa bahwa program SPR ini sangat tepat, artinya cara IPB dalam memberdayakan rakyat secara kolektif dengan kebersamaan dan komitmen antara Perguruan Tinggi dan PEMDA sudah benar” jelas Prof. Muladno.

Prof. Muladno menambahkan, penilaian dari Penganugerahan “Kinarya Satwasentosa” rohnya adalah peternak yang berdaulat untuk melakukan usaha secara kolektif. Ada 6 poin kriteria penilaian yaitu dapat mandiri dalam berjamaah, Anti kebodohan dan cinta inovasi, Usaha bersama masyarakat kelas menengah, Lebih kuat dalam bersinergi antar lembaga, Adanya semangat yang tinggi dalam memperkuat kelembagaannya, dan Telah memulai bisnis kolektif. Jika dirangkai, ke-6 kriteria penilaian tersebut membentuk kata “DAULAT”.

Sebelum acara Penganugerahan “Kinarya Satwasentosa” dilakukan penayangan profil dari 6 SPR, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala LPPM IPB, pembacaan hasil evaluasi akhir SPR oleh koordinator SPR LPPM IPB, penganugerahan piagam dan pengalungan medali kepada ketua GPPT dan manager SPR, penandatananan Prasasti SPR 1111 dan Kemitraan Mulya 60, serta Penandatanganan MoU antara Bank BRI Syariah dengan Perhimpunan Peternak Rakyat Indonesia.

Dr. Prastowo menyampaikan bahwa program SPR merupakan proses pembelajaran secara aplikatif, partisiatif, sistematis dan terstruktur untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan peternak rakyat dengan cara memberi akses informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kendali produksi dan pasca produksi ternak. Melalui program tersebut diharapkan pengembangan SPR di Indonesia akan menjadi lebih cepat berkembang dengan konsep kerjasama berbagi peran dan tanggungjawab antara Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, swasta dan para peternak.

Download : PDF

lppm

Leave a Reply

Close