Mahasiswa IPB University Lakukan Penyuluhan Pembuatan Kompos dan Vertikultur untuk Pengurangan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Topo, Tidore

Mahasiswa IPB University Lakukan Penyuluhan Pembuatan Kompos dan Vertikultur untuk Pengurangan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Topo, Tidore

Mahasiswa IPB University yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKN-K) 2019 bersama 7 mahasiswa dari universitas lainnya berikan sosialisasi dan penyuluhan langsung pembuatan kompos dan pembuatan vertikultur kepada masyarakat kelurahan Topo, Tidore, Maluku Utara (11/8). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah rumah tangga yang dihasilkan dari tiap warga di kelurahan topo. Sampah organik yang dihasilkan dari rumah warga diolah menjadi pupuk kompos sedangkan sampah anorganik yang berupa botol bekas diolah menjadi media vertikultur.

Selain sosialisasi dan penyuluhan mahasiswa juga menggelar aksi lomba antar RT tentang pengolahan sampah menjadi kompos dan vertikultur. Hal ini bertujuan meningkat semangat dan motivasi antar warga untuk berlomba-lomba dalam mengurangi sampah dan mengolah sampah menjadi hal yang bermanfaat.

Pembuatan-Bioflok-dan-Veltikultur-LPPMIPB2019-KKNT TIDORE

Firman Siregar (21), mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University sangat berkesan melihat antusias para warga dalam kegiatan ini.

“Saya sangat senang dengan hasil dan respon dari warga dalam kegiatan ini. Pada awalnya saya sedikit ragu karena sampah adalah suatu permasalahan yang tak ada habisnya untuk dibahas. Namun dengan persiapan yang matang, mulai dari briefing kepada para mahasiswa dan bekerja sama dengan pemuda topo sampai dengan pembuatan video tutorial, Alhamdulillah warga menerima dengan baik, memahami dan melakukan prosedur pembuatan dengan baik. Dan yang sangat berkesan adalah mereka melanjutkan dan menambah kompos serta vertikulturnya dirumah dan saya sangat berharap semangat ini terus berlanjut sehingga tiap rumah dapat mengolah sampah rumah tangganya sendiri dan menjadikan kelurahan topo sebagai kelurahan yang zero waste,” ungkapnya.

Sementara itu, mahasiswa lainnya berpendapat, selain bersih dan indah, kegiatan ini juga memiliki nilai ekonomis jika warga mampu mengemas hasil kompos dan vertikulturnya dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Rusman Hamid, lurah Topo mengatakan sangat berterimakasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan ini kepada warga sekitar kelurahan Topo. "Saya mewakili warga kelurahan Topo mengucapkan terima kasih atas penyuluhan yang sudah dilakukan mahasiswa dan pemuda topo sehingga menjadi pembelajaran bagi para masyarakat untuk mengolah sampah rumah tangganya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat mengubah mindset masyarakat tentang sampah yang kotor dan dibuang sembarangan menjadi lebih peka dan menjaga kelestarian lingkungan disekitarnya," tukasnya.

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa