LPPM IPB Beri Pelatihan UMK Industri Rumah Tangga di Desa Tenajar, Kabupaten Indramayu

LPPM IPB Beri Pelatihan UMK Industri Rumah Tangga di Desa Tenajar, Kabupaten Indramayu

Pelatihan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SSP-IRT) merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB dengan judul Hilirisasi pengembangan pisang kepok olahan sebagai peningkatan nilai tambah (value added) untuk kemandirian ekonomi masyarakat dengan sumber pendanaan dari DPRM Kemenristekdikti tahun anggaran 2019. Sebagai upaya tindak lanjut dari pelatihan pembuatan keripik pisang bagi pengelola pesantren dan kelompok ibu-ibu PKK yang telah dilakukan pada tanggal 14-15 September 2019, telah dilakukan pelatihan terkait dengan PIRT untuk meningkatkan usaha yang dirintisnya. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SSP-IRT) atau yang biasa disingkat PIRT merupakan jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota terhadap pangan produksi IRT di wilayah kerjanya yang telah memenuhi persyaratan. Secara teknis, proses perijinan PIRT produk makanan ini dilakukan dan dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.

Bagi konsumen, produk makanan yang telah memiliki nomor PIRT akan menjadi indicator bahwa produk makanan itu telah memenuhi tahapan uji dan pemeriksaan sehingga makanan itu telah benar-benar aman untuk dikonsumsi. Ir. Sutrisno Koswara, MSi yang hadir sebagai pembicara dalam pelatihan menjelaskan bahwa bagi pelaku usaha, adanya PIRT tentunya akan menjadi poin tersendiri, karena produk makanan tidak dirgukan oleh pembeli dan bisa diedarkan dalam wilayah yang lebih luas.

Proses untuk mendapatkan perijinan PIRT, meliputi tahapan administrasi yaitu berupa pengajuan permohonan untuk mendapatkan SPP-IRT, tahap penyuluhan keamanan pangan, dan tahapan pemeriksaan sarana produksi pangan IRT. Produk makanan yang telah mendapatkan nomor PIRT telah dijamin aman dan baik dikonsumsi. Peserta pelatihan berjumlah 20 orang yang terdiri dari pengelola pesantren, kelompok ibu-ibu PKK. Pada kesempatan tersebut, ketua TP-PKK desa Tenajar mengusulkan untuk mendapatkan pembinaan dan pelatihan untuk membuat produk makanan lain yang sesuai dengan potensi desa dan bisa menjadi ikon untuk desa Tenajar (Hartoyo)

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa