Launching Agripoint, LPPM IPB Gandeng Warga Kembangkan Inovasi

Launching Agripoint, LPPM IPB Gandeng Warga Kembangkan Inovasi

Dalam rangka Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-55, terutama untuk memberdayakan para petani singkong dan ubi jalar di desa atau di Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang ada di lingkar kampus IPB, Tim Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) IPB menggelar launching Agripoint, Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya pada Pasar Rakyat Tani (PRT) 2018 dengan mengusung tema “Kebangkitan Ekonomi Pedesaan”, 23/9 di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Kegiatan PRT merupakan pengabdian IPB dari kebun sampai ke konsumen, dimana IPB menciptakan akses pasar bagi produk-produk pertanian dan produk olahan. Selain launching Agripoint, Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya, PRT juga dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan diantaranya Bazaar Produk Pertanian, Festival Dolanan Anak oleh Agrianita IPB, Pentas Seni Mahasiswa, Kuliner dan Apresiasi Desa Binaan Organisasi Kemahasiswaan IPB.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria saat membuka kegiatan mengatakan, "Dalam Pasar Rakyat, IPB telah melakukan pembinaan kepada masyarakat petani lingkar kampus dan masyarakat petani lingkat kampus menginginkan IPB mempunyai andil. Andil yang besar adalah bagaimana IPB bisa menghasilkan benih-benih unggul yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat petani lingkar kampus dan petani lingkar kampus dapat menjual atau memasarkan ke IPB. IPB sendiri membantu memasarkan produk-produk tersebut atau IPB sebagai fasilitator untuk market produk petani lingkar kampus. Kalau ini bisa terjadi maka IPB akan benar-benar mengembangkan inovasinya untuk bermanfaat bagi masyarakat dan petani sekitar kampus."

“Pasar Rakyat juga dapat memberi kemudahan kepada petani dan masyarakat sekitar kampus IPB untuk menciptakan media transaksi penjualan hasil-hasil produk petani dari desa-desa mitra IPB sekitar kampus. Masyarakat petani dapat memanfaatkan potensi pasar yang besar di IPB dengan adanya ribuan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan serta alumni dan juga berbagai usaha pendukung seperti kantin yang tersebar di IPB, “ kata Rektor IPB.

Harapannya LPPM IPB harus terus punya peran yang luar biasa untuk mendongkrak hasil-hasil inovasi di masyarakat, agar masyarakat semakin berdaya dan mensejahterkan masyarakat tani.

Kepala LPPM IPB Dr.Ir. Aji Hermawan menyatakan rasa bangganya dengan adanya lauching Agripoint, Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya di kampus rakyat IPB. Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama yang harus terus dikembangkan. Menurutnya, IPB akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini, terutama karena secara langsung melibatkan petani, Posdaya, masyarakat lingkar kampus, juga BEM-KM IPB.

"Maka dengan diselenggarakan Pasar Rakyat ini akan memberikan manfaat bagi kita semua, ini bagian dari kegiatan IPB Share bagaimana IPB bekerjasama dengan masyarakat untuk saling belajar dan berkembang, " tuturnya.

“Harapannya tidak hanya menjadi even yang setiap tahun diselenggarakan akan tetapi ini menjadi sebuah kegiatan yang memberikan manfaat banyak bagi masyarakat petani lingkar kampus, " tandasnya.

Oleh karena itu dikatakannya, LPPM IPB tidak akan berhenti pada kegiatan ini. "Akan ada kegiatan yang setiap saat berdampingan dengan masyarakat, memajukan dan mengembangkan petani melalui beberapa program, " jelasnya.

Dicontohkannya, IPB menyelenggarakan Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK), dengan menyiapkan lulusannya untuk mendampingi masyarakat petani lingkar kampus untuk meningkatkan hasil panen dan usaha kecil menengah agar lebih berkembang lagi.

Koordinator Tim Pengabdian Posdaya, P2SDM LPPM IPB, Ir. Yannefri Bakhtiar, MSi menjelaskan, Pasar Rakyat dirancang untuk menumbuhkan kemanfaatan bagi berbagai pihak. Bagi Posdaya dan masyarakat lingkar kampus akan diperoleh kemudahan dalam mendapatkan pasar, harga yang lebih baik, dan digagas untuk dapat bertransaksi setiap hari. Kreasi Posdaya juga akan meningkat dengan peluang menciptakan olahan produk-produk pertanian menjadi kue-kue kampung yang juga menjadi bagian yang terintegrasi dengan Pasar Rakyat ini.

“Bagi IPB, akan diperoleh manfaat kemudahan berbelanja di dalam kampus, mengetahui sumber dan sejarah produk yang dibeli, dapat menyebarkan inovasi pertanian ke petani, dan memperluas cakupan ranah program pengabdian IPB ke masyarakat. Selain itu, mahasiswa akan dapat menjadikan Pasar Rakyat sebagai subjek kajian, praktek dan magang, bahkan sebagai bahan penyusunan berbagai jenis karya ilmiah dann dirancang juga kolaborasi dengan alumni IPB pengusaha produk-produk pertanian. Bagi Pemda, kegiatan ini akan membantu dampak kinerja dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan kemudahan masyarakat menjual hasil tani mereka,” ujarnya.

Sementara ketua BEM-KM IPB, Qudsyi Ainul Fawaid menyampaikan, pertanian harus digeluti, dijaga dan ditingkatkan menjadi lebih baik. Pasar Rakyat Tani merupakan konsep pemberdayaan masyarakat oleh IPB dengan mengembangkan akses pasar bagi produk-produk pertanian dan produk olahan di masyarakat petani lingkar kampus. Besar harapan sinergitas kegiatan seperti ini bisa ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

  Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa