KONTES AYAM BEKISAR NASIONAL 2015

KONTES AYAM BEKISAR NASIONAL 2015

“Pelestarian Seni Budaya Warisan Leluhur, Kearifan Tradisional, dan Plasma Nutfah Ayam Bekisar”.

Oleh : Dimas Nurhadi (Panitia Kontes Ayam Bekisar Nasional 2015)

ayampel

kontesayam

Ayam Bekisar merupakan ayam asli Indonesia warisan leluhur yang dimanfaatkan untuk tujuan kontes seni suara yang berasal dari Kangean, Madura dan merupakan hasil dari persilangan antara ayam hutan hijau jantan (Gallus varius) dengan ayam kampung betina (Gallus gallus domesticus). Dalam rangka melestarikan tradisi warisan leluhur, seni budaya, kearifan tradisional, dan melestarikan ayam bekisar. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) bekerjasama dengan KEMARI (Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia) menyelenggarakan Kontes Ayam Bekisar Nasional 2015.
Kontes Ayam Bekisar Nasional 2015 diselenggarakan pada hari Minggu (15/11) bertempat di Lapangan IPB Baranangsiang dengan mengusung sebuah tema “Pelestarian Seni Budaya Warisan Leluhur, Kearifan Tradisional, dan Plasma Nutfah Ayam Bekisar”, dalam memperebutkan piala Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI. Kontes ini merupakan kontes pertama yang diselenggarakan oleh IPB dan juga pertama kalinya KEMARI bekerjasama dengan Instansi dalam mengupayakan pelestarian Ayam Bekisar. Sementara kepanitiaan yang dibentuk berasal dari dua departemen/jurusan di IPB seperti FAPET, dan FKH, sementara IGTF merupakan salah satu program dari LPPM dalam Melestarikan Kearifan Lokal Indonesia.
Beberapa kategori yang disediakan diantaranya adalah kelas Utama, Madya, Pratama dan kelas Penampilan dan Kesehatan. Perbedaan dari setiap kelas dilihat dari suara yang dihasilkan, irama, kejernihan suara. Adapun tambahan perbedaan dari tiap kelas adalah banyak sedikitnya perlombaan yang dimenangi oleh setiap ayam. Sedangkan untuk kategori penilaian pada Kontes Ayam Bekisar berbeda dengan Ayam Pelung ataupun ayam Ketawa. Pada Ayam Bekisar, penilaian dilihat dari suara depan, suara belakang, lagu irama dan bersih kotornya suara ayam tersebut.
Peserta yang terdaftar terbagi dari beberapa daerah di pulau Jawa yaitu dari Madura, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Magelang, Solo, Jakarta, Cileungsi Bogor, Pulogadung dll. Setiap peserta diperbolehkan membawa ayam bekisar lebih dari satu ekor, dan mendaftarkannya kesetiap pertandingan yang dipertandingkan. Sebagai penghobby atau pengusaha ayam bekisar, keuntungan yang didapat ketika ayamnya masuk top five adalah sebuah kepuasan atas pencapaian yang dilakukan sebagai penghobby. Sementara untuk pengusaha, terpilihnya sebagi top five apalagi keluar sebagai juara, harga yang akan diterima jauh lebih mahal dari harga awal. Selain itu, ayam yang telah terdaftar dan beruntung akan mendapatkan hadiah doorprize yaitu ricecooker, kipas angin, blender, LED TV, sepeda gunung, dll dan hadiah doorprize utama yaitu satu unit sepeda motor.
Pada sambutan yang disampaikan oleh Ketua LPPM IPB yaitu Bapak Dr. Ir. Prastowo, M. Eng menjelaskan mengenai peran dari LPPM dalam berkolaborasi dengan KEMARI yaitu sebagai penelitian, pembangunan pada habitat, genetika pada hewan ternak sebagai komitmen IPB dalam upaya melestarikan seni budaya dan plasma nutfah leluhur kita. Sebelumnya sambutan oleh Ketua KEMARI yaitu Bapak Hj. Nana Pujianto menyampaikan ketertarikannya terhadap acara yang diselenggarakan oleh LPPM IPB bekerjasama dengan pihak KEMARI.
Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00-15.45 WIB dan dibuka secara simbolis oleh Ketua LPPM yaitu Bapak Dr. Ir. Prastowo, M. Eng., Ketua KEMARI yaitu Bapak Hj. Nana Pujianto dan Ketua Penyelenggara acara ini yaitu Ibu Maria Ulfah, SPt, MscAgr., dengan menaikan ayam bekisar ke gantangan di arena lomba. Kontes Ayam Bekisar Nasional 2015 bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan Kehutanan dan Lingkungan, Kalbe farm, Japfa, BnR, dan BLST (Bogor Live Science and Technology). Untuk Media Partner yang meliput seperti Pikiran Rakyat, Republika, Metrotv, Megaswara, Kompas TV, Indosiar, Trans TV, Tribun news, Sipatahunan TV, Trans 7, Trobos, Poultry Indonesia, Majalah Bibit, Korpus IPB, dan Green TV. Dan acara ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kota Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor.
Penampilan pertama dibuka oleh kelas Utama dengan jumlah 16 ekor ayam yang dikerek ke atas gantangan, kemudian disusul setelahnya dari kelas Madya dan Pratama dengan jumlah ayam yang digantang adalah 16 dan 15 ekor ayam. Pada proses pelaksanaanya menurut bapak Prastowo, Ayam yang bersuara kotor (serak) itu ada dua kemungkinan, yang pertama bawaan sejak dia lahir dan sakit. Suara ayam kotor sejak lahir tidak dapat diobati agar suaranya menjadi bersih karena hal ini sudah menjadi bawaannya sejak lahir, sementara ayam sakit bisa disembuhkan dengan pemberian pakan yang baik. Beliau juga menyebutkan, suara ayam yang kotor dapat dilihat dari terbukanya paruh saat bersuara, ketika paruhnya bergetar dan suara yang dihasilkan kotor maka ayam ini tidak dapat disembuhkan suaranya sementara untuk ayam yang paruhnya terbuka dan tidak bergetar, ayam ini masih dapat disembuhkan dengan treatment yang baik dan benar.
Pada kontes hari ini, terbagi menjadi dua sesi kelas Pratama dan satu sesi kelas Utama, Madya, dan Penampilan dan Kesehatan Hewan. Ayam-ayam yang masuk ke semifinal dilihat dari jumlah nilai yang diberikan oleh juri pada tiap masing-masing juri, dan 10 ekor ayam yang terpilih masuk kedalam babak semifinal. Pada babak semifinal, akan diambil 5 ekor ayam yang akan masuk ke babak selanjutnya yaitu final. Pada setiap babak pertandingan, waktu yang diberikan rata-rata 30 menit dan maksimal 40 menit tergantung banyak tidaknya jumlah ayam yang digantang. Dan jeda istirahat perbabak pertandingan yaitu 10 menit untuk semua kategori terkecuali penampilan dan kesehatan hewan yang hanya sekali pertandingan dan langsung ditentukan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Juara pada kelas Utama dibawa oleh Bapak Murip dengan nama ayam Surya Kencana, juara kelas Madya dibawa oleh Ibu Lilis dengan nama Ayam Bawang Putih, dan juara pada kelas Pratama dibawa oleh Bapak H. Taufik dengan nama ayam Putra Dewata. Sedangkan juara pada kategori Penampilan dan Kesehatan dibawa oleh bapak Bagus dengan nama ayam Mutiara Timur. Hasil pemenang yang telah disampaikan oleh dewan juri tidak dapat diganggu gugat, dan untuk memastikan tidak ada kecurangan dalam perekapan nilai. Panitia menyiapkan papan pengumuman untuk menampilkan nilai para peserta perpertandingan agar tidak terjadi kecurangan antara pihak peserta dengan panitia ataupun juri.
Untuk Doorprize utama diboyong oleh kontestan asal Cileungsi Bogor. Selain membawa Doorprize utama berupa sepeda motor, kontestan asal Cileungsi Bogor juga memboyong satu unit kulkas dan beberapa doorprize lainnya.

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa