LPPM IPB Selenggarakan Seminar Nasional Peternakan Era Industri 4.0 dan Kongres ke-3 HILPI

LPPM IPB Selenggarakan Seminar Nasional Peternakan Era Industri 4.0 dan Kongres ke-3 HILPI

Senin (11/02) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM IPB) bekerjasama dengan Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia (HILPI) menyelenggarakan acara Seminar Nasional Peternakan Era Industri 4.0 Menuju Peternak Berdaulat dan Kongres ke-3 HILPI. Acara dengan tema “Konsolidasi Ilmuwan Peternakan untuk Berkontribusi dalam Pembangunan Peternakan di Indonesia” diselenggarakan di IPB International Convention Center yang dihadiri oleh Rektor IPB (Dr. Arif Satria), Kepala LPPM IPB (Dr. Aji Hermawan), Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Penelitian (Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi), Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno), Koordinator SPR LPPM IPB (Prof. Dr. Ir. Muladno), Direktur Infrabanx, Perwakilan dari 16 LPPM Perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi mitra SPR LPPM IPB, Perwakilan dari 4 Dinas Kabupaten (Sukabumi, Pemalang, Pekalongan, dan Barito Kuala), alumni HILPI, ketua GPPT SPR dari 5 Kabupaten.

Seminar Nasional tersebut menghadirkan narasumber yaitu Dr. Syahruddin said yang menyampaikan materi “Aplikasi Bioteknologi dalam Pembangunan Peternakan Rakyat” dan Prof. Dr. Kudang B. Seminar yang menyampaikan materi “Membangun Peternakan Rakyat Berbasis Industri 4.0”

Dalam sambutannya, Prof Muladno selaku Koordinator SPR LPPM IPB sekaligus Ketua panitia acara menyampaikan 3 hal penting yang akan dilaksanakan pada acara tersebut yaitu Seminar Nasional, Focus Group Discussion (FGD), dan Kongres ke-3 HILPI “inti dari pelaksanaan seminar nasional ini adalah menyampaikan tentang apa itu Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dan bagaimana IPB telah melakukan itu semua. SPR kini siap melaksanakan industri peternakan 4.0 melalui cara-cara digital. Yang kedua adalah FGD yang intinya kami ingin menyampaikan dan menularkan konsep SPR kepada universitas terpilih. Kriteria yang kami pilih adalah perguruan tinggi atau universitas yang di wilayahnya ada sentra peternakan rakyat, bukan SPR. Sentra-sentra tersebut nanti akan disekolahkan dengan konsep seperti SPR. Poinnya adalah bagaimana kita bisa bekerjasama dengan para peternak untuk bisa membangun negeri ini bersama-sama dengan para akademisi dan yang ketiga adalah kongres ke-3 Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia (HILPI)” jelas Prof. Muladno. Beliau menambahkan, saat ini SPR telah bekerjasama dengan PT. Surya Agro Pratama dan Infrabanx untuk mengembangkan 500 SPR di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun kedepan.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria menyampaikan SPR merupakan konsep yang sangat penting dalam rangka untuk berkontribusi kepada masyarakat, karena IPB mempunyai visi untuk menghasilkan technopreneur dan sociopreneur. “Technopreneur adalah orang yang memanfaatkan inovasi-inovasi yang ada dalam usaha untuk kepentingan bisnis yang penting sekali untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sedangkan sociopreneur adalah orang yang bergerak dalam bidang konsolidasi petani, peternak untuk dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha” jelas Dr. Arif. Beliau menambahkan, SPR sebagai konsep sangat penting sekali hadir untuk bisa mengkonsolidasi para peternak sehingga diperlukan manager SPR yang bisa berasal dari masyarakat maupun alumni dari perguruan tinggi karena salah satu isu penting dalam memanfaatkan industri 4.0 adalah bagaimana para akademisi hadir dalam masyarakat untuk memberikan pendampingan, yang sifatnya insidentil dan harian (daily). “SPR sebagai salah satu ide yang telah digagas oleh LPPM IPB dan bisa direplikasi saat ini sudah dilakukan di 6 provinsi dan 15 kabupaten, harapannya kabupaten lain bisa segera menerapkan sebagai pusat pembelajaran, karena konsolidasi peternakan tidak hanya dari aspek ekonomi, tapi para peternak juga bisa saling belajar dan saling membantu” imbuh Dr. Arif.

Dr. Aji Hermawan dalam sambutannya menyampaikan, gabungan antara peternak dengan akademisi, pengusaha dan pemerintah bisa membentuk perpaduan yang luar biasa dalam pengembangan SPR ini. “ABGC saya kira sudah berjalan di SPR, bagaimana kita menggabungkan 4 komponen yaitu Akademisi, Bussinessman, Community dan Goverment dalam satu kerjasama luar biasa” Ujar beliau.

Dalam acara tersebut, dilaksanakan penandatanganan MoU tentang pengembangan SPR antara LPPM IPB (diwakili oleh Kepala LPPM IPB) dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala. Selain itu dalam pelaksanaan Kongres ke-3 HILPI, terpilih ketua umum HILPI periode 2019- 2023 yaitu Dr. Syahruddin said, M.Agr dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa