Pengembangan Program Simpul Kolaborasi Inovasi (CIC) oleh LPPM IPB ke Kab. Solok Selatan, Kota Payakumbuh & Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Pengembangan Program Simpul Kolaborasi Inovasi (CIC) oleh LPPM IPB ke Kab. Solok Selatan, Kota Payakumbuh & Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Kunjungan lapang oleh LPPM IPB ke Kabupaten Solok Selatan, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota dilaksanakan pada tanggal 8-9 Desember 2016. Tim IPB yang melakukan kunjungan lapang ini diantaranya  Dr. Prastowo, M.Eng (Kepala LPPM IPB), Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc.Agr (Wakil Kepala LPPM Bidang Penelitian), Prof. Dr. Iswandi Anas, M.Sc (Dosen Fakultas Pertanian IPB), Dr. Yonvitner, M.Si (Kepala Biro Sekretariat Rektor IPB), Dr. drh. Fadjar Satrija, M.Sc. PhD. (Kasubdit KSPI IPB), Bonjok Sitiaji, M.Si (Dosen Fakultas Pertanian IPB), dan Gilang Rusrita Aida, M.Si (Staf. Dit. KSPI IPB). Kunjungan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan Lokakarya Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB dengan tema “Sinergi empat sekawan untuk mengembangkan Sentra Produksi Pertanian” yang telah dilaksanakan oleh LPPM IPB pada tanggal 22-23 November 2016.Tim IPB mengawali kunjungan ke Kabupaten Solok Selatan. Kedatangan Tim IPB  disambut baik oleh jajaran SKPD Kabupaten Solok Selatan. Turut hadir juga Wakil Kepala LPPM Universitas Andalas yang IPB gandeng dalam kegiatan kerjasama ini.

Dalam kunjungan lapang ke Kabupaten Solok Selatan, Kepala LPPM IPB terlebih dahulu memaparkan Program CIC yang merupakan salah satu program LPPM IPB dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, yang mengimplemetasikan inovasi IPB untuk pengembangan sentra produksi. Sentra Produksi ini dapat berupa kegiatan Penelitian aksi, Pendampingan (Stasiun Lapang), Supervisi (Klinik Pertanian Nusantara), Penyuluhan/konsultasi (IPB Cyber Extension), Mobilisasi/kerja lapang (KKN, IPB Goes to field), Kolaborasi stakeholders (Kerjasama Profesional), Pengembangan Agribisnis (Kemitraan Agribisnis). Dalam pengembangan kegiatan kerjasama tersebut, perlu adanya lokomotif inovasi sebagai penggerak kegiatan-kegiatan lainnya. Dr. Prastowo, M.Eng. mengungkapkan bahwa kegiatan yang menjadi lokomotif inovasi tidak lebih dari 3 kegiatan. Program kegiatan tersebut didasari oleh sentra produksi pertanian yang potensial untuk dikembangkan di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, Tim IPB mengusulkan 3 program kegiatan yang dapat dijadikan sebagai lokomotif inovasi untuk Kabupaten Solok Selatan diantaranya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), Stasiun lapang untuk pengembangan tanaman Manggis dan tanaman Hortikultura. Untuk tanaman holtikultura, komoditas harus disesuaikan dengan jenis tanamann yang berpotensi untuk dikembangkan di wilayah tersebut.

Kunjungan ke Kota Payakumbuh dilakukan pada tanggal 9 Desember 2016. Kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari penandatanganan MoU kerjasama antara IPB dengan Kota Payakumbuh. Kedatangan tim IPB disambut oleh jajaran SKPD Kota Payakumbuh serta Wakil Kepala LPPM Universitas Andalas. Pada kunjungan yang dilakukan di Kantor Walikota Payakumbuh, IPB dan PEMDA setempat membahas tindak lanjut program kerjasama yang telah didiskusikan. Melalui penandatangan MoU antara IPB dengan Kota Payakumbuh, PEMDA Payakumbuh berkomitmen untuk menjalin kerjasama dengan IPB melalui 3 program kegiatan LPPM IPB yang menjadi lokomotif inovasi diantaranya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) sapi, Stasiun Lapang Hortikultura cabai dan bawang merah serta Stasiun Lapang UMKM rendang. Pengembangan ketiga program kegiatan tersebut sangat potensial untuk dilakukan. Hal ini dilihat dari data jumlah populasi sapi di Kota Payakumbuh yaitu sekitar 43.000 ekor dengan 5 kelompok peternak serta adanya Balai Inseminasi Buatan, Balai RPH Modern, Padang Mengatas, dan Pasar ternak yang mendukung kegiatan Peternakan sapi di Kota Payakumbuh. Untuk pengembangan tanaman cabai dan bawang merah, Dinas Pertanian Kota Payakumbuh menjelaskan bahwa luasan lahan yang potensial untuk tanaman holtikultura tersebut adalah seluas 5-6 ha dan dalam tahap pembangunan sarana pengairan dalam bentuk jalur pipa modern. Namun, kegiatan produksi di wilayah tersebut masih terkendala dalam proses penanganan pasca panen untuk produk holtikultura. Oleh sebab itu, melalui MoU kerjasama antara IPB dengan Kota Payakumbuh yang telah disepakati, diharapkan sentra produksi pertanian di Kota Payakumbuh dapat lebih berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh.

Tim IPB kemudian melakukan kunjungan ke Kabupaten Lima Puluh Kota pada tanggal 9 Desember 2016. Kunjungan tim IPB ke Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan bentuk tindak lanjut kesepakatan kerjasama yang tertuang dalam penadatanganan MoU antara IPB dengan Kabupaten Lima Puluh Kota yang dilakukan pada tanggal 17 November 2016 di IPB. Pada pertemuan tersebut, Tim IPB mengusulkan 3 kegiatan yang telah disepakati sebagai lokomotif inovasi 2017 di Kabupaten Lima Puluh Kota diantaranya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Sapi, Stasiun Lapang Jeruk Siam Gunung Omeh, Stasiun Lapang Gambir. PEMDA berharap IPB dapat memberikan pendampingan terkait program Pemerintah Nasional yaitu 14.000 ekor sapi betina wajib bunting. Program SPR di Kab. Lima Puluh Kota dapat dikembangkan dalam 2 komoditas yaitu sapi (untuk tahun 2017) dan ayam petelur. Terkait SPR ayam, PEMDA mengharapkan adanya pendampingan terkait teknologi pengelolaan telur, pemasaran dan penanganan pencemaran dari kotoran ternak unggas. Di bidang perikanan, PEMDA berharap kedepannya IPB dapat memberikan pendampingan terkait pengembangan Ikan Gurame Sago yang merupakan komoditas ikan asli di Kabupaten Lima Puluh Kota. Pendampingan dibidang perikanan ini diperlukan guna mengatasi pertumbuhan ikan gurame yang lambat dan pembenihan gurame yang belum memenuhi permintaan pasar. Program stasiun lapang jeruk dan stasiun lapang gambir perlu dijadikan sebagai lokomotif inovasi melihat besarnya potensi yang ada namun terhambat kendala di bidang kelembagaan dan tataniaga dalam pengembangan komoditas jeruk dan gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota. Harapannya IPB dapat membantu dalam hal pendampingan kelembagaan dan tataniaga untuk pengembangan dua komoditas ini.

Melalui 3 program kegiatan yang menjadi lokomotif inovasi di masing-masih daerah tersebut, PEMDA setempat berharap IPB dapat memberikan inovasi-inovasi di bidang pertanian melalui kolaborasi kerjasama guna meningkatkan perkembangan sentra produksi pertanian di Kabupaten Solok Selatan, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Download : PDF

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa