Prosiding Seminar PPM

PENGINTEGRASIAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA DENGAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

(Evaluation of Integrating Disaster Risk Reduction With Post MDGs/SDGs Acchievement)

Euis Sunarti, Hadi Sumarno, Syafrudin, Aliya Faizah F

Download : Full PDF

ABSTRAK

Pengurangan risiko bencana (PRB) dengan mengadopsi Kerangka Aksi Hyogo (HFA, Hyogo Framework for Action) berakhir pada 2015. Implementasi HFA belum tuntas, namun hasil pemantauannya memunculkan penilaian, kesadaran, dan akhirnya kebutuhan baru untuk mengintegrasikan PRB dengan tujuan pembangunan Millennium (MDGs) dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hal tersebut membawa kepada pertanyaan apakah para stakeholder PRB (khususnya pemerintah) dapat mengikuti dan memenuhi tuntutan tersebut. Penelitian deskriptif analitik ini bertujuan untuk memotret kesiapan pengelola kebencanaan daerah dalam memenuhi agenda PRB global tersebut. Penelitian dilakukan di provinsi dan daerah dengan kejadian bencana erupsi gunung api (Kab. Karo Sumatera Utara), kebakaran hutan, lahan, dan bencana asap (Provinsi Riau), bencana terkait pertambangan (Kab. Bombana Provinsi Sulawesi tenggara), dan kekeringan (Kab. Indramayu Provinsi Jawa Barat). Data kajian meliputi data primer dan sekunder (laporan dan dokumentasi terkait). Pengumpulan data/informasi primer dilakukan dengan wawancara dan focus group discussions (FGD). Hasil kajian menemukan beberapa temuan penting yaitu: 1) Penanggulangan bencana belum menjadi salah satu program prioritas daerah, 2) PRB belum terintegrasi secara terpadu dalam pembangunan regular juga dalam perencanaan pembangunan, 3) Diyakini bahwa bencana mengganggu pem-bangunan, namun 4) Belum terpikirkan oleh pengelola penanggulangan bencana daerah akan perlunya menilai gangguan bencana terhadap pembangunan, khususnya dalam pen-capaian tujuan pembangunan, sehingga 5) Pengelola program belum memiliki gambaran urgensi PRB, apalagi urgensi pengintegrasiannya dalam pembangunan; 6) Belum dilaku-kan evaluasi sosial ekonomi dari investasi daerah dengan memasukkan risiko bencana didalamnya, 7) Demikian pula selama ini belum ada perhitungan dampak bencana ter-hadap gangguan pencapaian MDGs maupun prediksi gangguan terhadap SDGs. Temuan tersebut menjadi catatan pentingnya upaya pembangunan kapasitas pengelola penang-gulanagan bencana (PB) di daerah.

Kata kunci: MDGs, pengintegrasian, pengurangan risiko bencana, SDGs.


Disaster risk reduction (DRR), adopting the Hyogo Framework for Action, is coming to the end in 2015. Implementation of HFA has not been completed, but the results of monitoring led to the assessment, awareness, and the need to integrate a new DRR Framework with the post millennium or sustainable development goals (MDGs/SDG's). It leads to the question of whether the DRR stakeholders (especially government) can follow and meet these demands. This analytical descriptive study aimed to elaborate preparedness of disaster manager of local government in meeting the global agenda of DRR. The study was conducted in provinces and districts with the incidence of the catastrophic volcanic eruption (Karo, North Sumatra), forest, land fires, and smoke haze (Riau Province), disasters related to mining (Bombana, Southeast Sulawesi), and drought (Indramayu, West Java). Primary data were collected through interviews and focus group discussions. The study found several important things namely: 1) disaster management has not become one of the priorities of district’s development program, 2) DRR has not been integrated both in regular development program and development planning, 3) it is believed that disaster disturbs development, but 4) have not thought by the manager of disaster in the region the needed for assessment of the disruption to development, especially in achieving the development goals, so 5) they do not have the idea yet of ??the urge of DRR, especially the urgency for DRR’s integration in the development, 6) has not performed social economy valuation of the local investment by considering the disaster risk, 7) along with has not calculated the impact of disasters on the achievement of the MDGs as well as predictions of interference disruption of SDGs. Results of this studies led to the importance of capacity building for disaster managers at local government level.

Keywords: disaster, HFA, MDGs, risk reduction, SDGs.


BACK

Download  Full Prosiding Seminar PPM

Close
Bahasa