Prosiding Seminar PPM

ALTERNATIF SOLUSI KONFLIK AGRARIA DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PEMBERDAYAAN KEMANDIRIAN PANGAN BERBASIS URBAN FARMING

(Food Independence Empowerment Model Based on Urban Farming as an Alternative Agrarian Conflict Solution and Poverty)

Sumardjo, Adi Firmansyah

Download : Full PDF

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik tipologi dan pemetaan konflik agraria berdasarkan potensi, dampak, dan akar permasalahan terkait dengan sumber daya pangan dan kemiskinan. Penelitian dilakukan di Teluk Jambe Barat, Kabupaten Kara-wang. Teknik pengumpulan data primer menggunakan wawancara mendalam berkuesio-ner (wawancara terstruktur) kepada informan, dan diskusi kelompok terfokus, kemudian dilakukan penajaman dengan metode triangulasi guna memperoleh kombinasi data yang akurat. Berdasarkan konsep tentang tanda-tanda dan tahapan perkembangan konflik yang diungkapkan Lacey (2003), terlihat bahwa konflik agraria di Kecamatan Teluk Jambe Barat telah sampai kepada tingkatan “ketegangan”. Tataran konflik ini muncul sebagai pertentangan terbuka, dalam bentuk kekerasan dan anarkisme. Penyebab terjadinya konflik di bidang pertanahan di Karawang antara lain keterbatasan ketersediaan tanah pada suatu wilayah yang berkonflik, tumpang tindih hak milik tanah maupun hak atas pengelolaan tanah, ketimpangan dalam struktur penguasaan tanah, inkonsistensi negara dan ketidaksinkronisasian baik secara vertikal maupun secara horizontal, peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan hak pengelolaan tanah, dan praktik-praktik manipulasi dalam perolehan hak milik tanah dan hak kelola tanah. Upaya penyelesaian konflik agraria di Teluk Jambe Barat, Karawang telah dilakukan melalui jalur pengadilan. Saran penelitian; (1) Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam menye-lesaikan konflik agraria seyogyanya digunakan pendekatan kolaborasi dan win-win solution; (2) Mempercepat upaya legalisasi aset bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk mengakomodir ketimpangan penguasaan pemilikan tanah; dan (3) Alternatif resolusi konflik jangka panjang dan strategis adalah melakukan edukasi/penyuluhan, dan pengembangan/pemberdayaan masyarakat.

Kata kunci: kearifan lokal, model proses penyelesaian konflik, potensi sumber daya, tipologi konflik.


This study aimed to analyze agrarian conflict typology characteristics and mapping based on potential, impact, and root causes related to food resources and poverty. The study was conducted at Teluk Jambe Barat, Karawang District. The primary data were collected with an in-depth interview and questionnaire (structured interview) towards informants, focus group discussions, and all data is sharpened by triangulation method to obtain accurate data combination. Based on signs and stages of development of the conflict (Lacey 2003), agrarian conflict in Teluk Jambe Barat has come to the level of "tension". The level of conflict was emerging as an open conflict, in the form of violence and anarchism. The causes were the limited availability of land, overlapping land rights and the rights to manage the land, the imbalance in land ownership structure, state inconsistent and out of sync of legislation in connection with the management of right land, practices of manipulations in the acquisition of land ownership and rights land management. Agrarian conflict resolution efforts in Teluk Jambe Barat have been done through the courts. Suggestions for research; (1) Using of a collaborative approach and win-win solution; (2) Accelerating efforts for assets legalization and lower economic communities to accommodate the inequality of land ownership tenure; and (3) Alternative conflict resolution and long-term strategic were to conduct education/outreach, and community empowerment.
Keywords: agrarian conflicts, alternative conflict resolution, collaborative approach, empowerment.


BACK

Download  Full Prosiding Seminar PPM

Close
Bahasa