Prosiding Seminar PPM

STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM PANGAN YANG BERDAYA SAING DI INDONESIA

(Developing Strategies of Competitive-Food Small Medium Enterprises in Indonesia)

Musa Hubeis, Budi Purwanto, Farida Ratna Dewi, Hardiana Widyastuti, Mita Febtyanisa

Download : Full PDF

ABSTRAK

Permasalahan internal dan eksternal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pangan perlu diatasi dengan merumuskan strategi pengembangan UMKM yang berdaya saing. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi dan karakteristik UMKM pangan, menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal UMKM pangan, dan merumuskan strategi pengembangan UMKM pangan berdaya saing, khususnya di Kota Bandung, Surabaya, dan Palembang. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner, in-depth interview, dan focus group discussion (FGD). Hasilnya kemudian dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan internal factor evaluation (IFE), external factor evaluation (EFE), analisis strengths, weaknesess, opportunities, and threats (SWOT) dan quantitative strategic planning matrix (QSPM). UMKM pangan memiliki karakteristik yang sama dalam produksi, pemasaran, sumber daya manusia (SDM), keuangan, legalitas, dan dukungan dari institusi lain. Bahan baku produk pangan di Kota Bandung dan Surabaya berbasis pertanian, sedangkan di Kota Palembang banyak menggunakan bahan baku dari ikan. Proses produksi umumnya semi manual dan selanjutnya dijual direct selling dan online dengan pangsa pasar terbatas di sekitar wilayah provinsi. Struktur organisasi sangat sederhana dengan jumlah pegawai 210 orang. Modal yang diperlukan masih relatif kecil dengan modal sendiri. Mayoritas UMKM telah memiliki izin dan sertifikat halal. Pemda sangat berperan sebagai fasilitator dalam mengembangkan UMKM pangan berdaya saing. Kekuatan dan kelemahan utama sebagai faktor internal adalah produk sesuai selera masyarakat setempat, namun pemasaran masih terbatas di wilayah lokal. Peluangnya adalah berpotensi sebagai wisata kuliner, dengan ancaman utamanya berupa persaingan dengan pelaku usaha di bidang sama. Strategi pengembangan UMKM pangan berdaya saing meliputi peningkatan kerja sama untuk menjaga kontinuitas ketersediaan bahan baku antar daerah, pembangunan kawasan/sentra produk UMKM dan peningkatan peran pemerintah daerah, perusahaan swasta atau BUMN, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian dan pengembangan.

Kata kunci: daya saing, strategi pengembangan, SWOT, UMKM pangan, QSPM.


Internal and external problems of food SMEs should be minimized through formulating strategies to achieve competitiveness. The objectives of the research are to identify the potencies and characteristics of food SMEs, to analyze internal and external factors, and to formulate competitiveness strategies, especially in Bandung, Surabaya, and Palembang. Primary data were collected through questionnaires, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD). Afterward, the data were analyzed by internal factor evaluation (IFE), external factor evaluation (EFE), strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT), and quantitative strategic planning matrix (QSPM). Food SMEs have the similar characteristics in production, marketing, human resources, finance, legal, and supports from relevant institutions. Raw materials for food products in Bandung and Surabaya are land agricultural based, whereas in Palembang uses fish. Generally, the production uses semi-manual process. SMEs sell their products through direct selling and online with a limited market share. The organizational structure is very simple with the employees are 210 people. Capital is relatively low with its own capital. The majority of SMEs have legality and Halal certification. Local government plays an important role as a facilitator in developing food SMEs competitiveness. The main strength is local taste products, and the main weakness is a limited area of marketing. SMES has the major opportunity as culinary tourism, but they also face tight competition as the main threat. The development strategy of food SMEs competitiveness includes increasing co-operation to maintain continuity of raw materials between regions, developing centers of SME products, and increasing the role of local governments, private companies or state-owned enterprises, universities and R and D institutions.

Keywords: competitiveness, development strategies, food SMEs, SWOT, QSPM.


BACK

Download  Full Prosiding Seminar PPM

Close
Bahasa