Pengaruh Eradikasi Gulma terhadap Perkembangan Populasi Wereng Hijau dan Kejadian Penyakit Tungro pada Padi

ABSTRAK

Tungro merupakan salah satu penyakit penting pada padi yang masih menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas. Penyakit tungro disebabkan oleh virus tungro yang ditularkan oleh wereng hijau secara semi persisten. Keberadaan gulma dapat menyebabkan kehilangan hasil padi dan berpotensi menjadi sumber inokulum virus tungro. Eradikasi gulma merupakan upaya untuk menghilangkan sumber inokulum virus tungro. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh eradikasi gulma terhadap perkembangan populasi wereng hijau dan kejadian penyakit tungro. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Loka Penelitian Penyakit Tungro, Lanrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan pada MH dan MK 2014. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 8 perlakuan eradikasi dan 4 ulangan. Parameter pengamatan meliputi spesies gulma yang tumbuh di setiap petak dan pematang pertanaman, kepadatan populasi wereng hijau, dan jumlah rumpun bergejala penyakit tungro. Pengamatan di pertanaman dilakukan pada 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Pengamatan jenis gulma dan populasi wereng hijau juga dilakukan sebelum dilakukan eradikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma utama potensial sebagai sumber inokulum yang ditemukan adalah Cyperus rotundus, C. iria, Fimbristylis miliacea, dan Echinochloa colonum. Eradikasi gulma sebelum dan setelah tanam baik secara mekanis maupun aplikasi herbisida cenderung menekan populasi wereng hijau dan kejadian penyakit tungro.

Kata kunci: eradikasi, gulma, padi, virus tungro, wereng hijau

ABSTRACT

Tungro is one of the important diseases in rice that is still a constraint to increased productivity. Tungro disease caused by a tungro viruses that is transmitted by green leafhoppers in a semi persistent manner. The presence of weeds can cause yield losses of rice and is a potential host plant of tungro viruses. Eradication of weeds is an attempt to eliminate the source of inoculum of tungro viruses. The research objective was to determine the effect of weed eradication on the development of green leafhopper population and the incidence of tungro disease. The study was conducted in an experimental field of Tungro Disease Research Station, Lanrang Village, Sidenreng Rappang District, South Sulawesi at rainy season and dry season 2014. The experiment was arranged in a randomized complete block design with 8 eradication treatments and 4 replications. The parameters include the observation of weed species that grow in each plot and embankment planting, green leafhopper population density and the number of infected plants by tungro viruses. Observations in the planting is done at 2, 4, 6, and 8 weeks after planting (WAP). The observations of weeds and green leafhopper population was also conducted on the field before eradication. The results showed that the weeds potential as a source of inoculum were Cyperus rotundus, C. iria, Fimbristylis miliacea, and E. colonum. Eradication of weeds before and after planting through both mechanical and herbicide applications tended to suppress the green leafhopper populations and tungro disease incidence.

Keywords: eradication, green leafhopper, rice, tungro virus, weed

Download Abstrak.

Close
Switch Language