Strategi Pemanfaatan Perairan Pesisir untuk Budi Daya Kerang Hijau (Perna viridis L.) di Kuala Langsa, Provinsi Aceh

ABSTRAK

Pengembangan budi daya kerang hijau saat ini masih memerlukan penentuan strategi yang sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah pesisir serta manajemen budi daya yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemanfaatan perairan pesisir untuk budi daya kerang hijau di pesisir Kuala Langsa, Provinsi Aceh. Data yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang meliputi data primer dan sekunder, sedangkan penentuan responden menggunakan metode purposive sampling. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi dan penentuan prioritas strategi menggunakan analisis Quantitative Strategies Planning Matrix (QSPM). Berdasarkan analisis SWOT teridentifikasi 9 faktor kekuatan, 4 faktor kelemahan, 6 faktor peluang, dan 5 faktor ancaman serta terumuskan 8 strategi, kemudian ditentukan prioritas strategi dengan analisis QSPM maka diperoleh strategi berdasarkan prioritas yang paling utama, yaitu mengadakan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan manajemen budi daya kerang hijau bagi masyarakat pesisir (WO1); budi daya kerang hijau dapat dilakukan dengan terintegrasi keterlibatan masyarakat pesisir sebagai stakeholders (WO2); optimalisasi lahan perairan pesisir untuk budi daya kerang hijau didukung dengan kondisi ekologi perairan (SO1); budi daya kerang hijau dapat dilakukan dengan metode longline dengan kepadatan 20 individu/kantong 5,30 l
(SO3); pemilihan lokasi untuk budi daya dan pengumpulan spat kerang hijau harus mempertimbangkan faktor oseanografi pesisir (ST1); pengumpulan spat kerang hijau dapat menerapkan metode longline (SO2); pengendalian tingkat buangan limbah dari daratan agar tidak mencemari kawasan pesisir (ST2); dan menyusun pedoman praktis manajeman budi daya kerang hijau berdasarkan prinsip food security (WT1).

Kata kunci: budi daya kerang hijau, Kuala Langsa, perairan pesisir, strategi

ABSTRACT

Development of green mussel culture currently still requires the determination of strategies in accordance with the potential and conditions of coastal areas as well as management culture system. This research aims to formulate strategies of the utilization coastal waters for green mussel culture in coastal Kuala Langsa, Aceh Province. Data collected to identify internal factors and external, including primary and secondary data, while the determination of respondents using purposive sampling method. SWOT Analysis is used for strategy determined while prioritizing strategy using Quantitative Strategies Planning Matrix (QSPM) analysis. Based on SWOT analysis, identified 9 strength factors, 4 weakness factors, 6 opportunity factors, and 5 threat factors and 8 strategies, then the priority of strategies is determined with QSPM analysis, the sequence of the most important priority is: counseling and training to improve the management of green mussel culture for coastal communities (WO1); green mussel culture can be integrated with the involvement of coastal communities as stakeholders (WO2); optimization of coastal waters for green mussel culture is supported by ecology conditions (SO1); green mussel culture can be done with longline method with a density of 20 individuals/basket 5.30 l (SO3); site selection for culture and spat collection of green mussel should consider coastal oceanographic factors (ST1); controlling the level of waste disposal from the mainland so as not to pollute coastal areas (ST2); and to formulate practical guidance of management of green mussel culture based on the food security principle.

Keywords: coastal waters, green mussel culture, Kuala Langsa, strategy

Download Abstract.

Close
Switch Language