Kajian Rantai Nilai dan Analisis Nilai Tambah Jagung (Studi Kasus di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara)

ABSTRAK

Jagung merupakan komoditas penting di Sulawesi Tenggara dan juga sebagai sumber pendapatan utama bagi petani kecil. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe. Kajian ini menggunakan metode deskriptif untuk rantai pasok, metode Hayami untuk analisis nilai tambah, dan analisis SWOT. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai tambah tertinggi diperoleh dari usaha jagung rebus dan terendah adalah petani jagung (masing-masing Rp303.900,00/kg dan Rp9.900,00/kg), sedangkan pedagang pengumpul mendapatkan nilai tambah sebesar Rp235.960,00/kg. Hasil analisis margin mengindikasikan nilai tertinggi diperoleh para pengusaha jagung rebus (Rp323.898,00/kg), dan margin terendah di tingkat petani (Rp36.200,00/kg), sedangkan pedagang pengumpul dengan nilai margin Rp240.960,00/kg. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang harus diterapkan oleh usaha jagung rebus tersebut adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Strategi agresif ini lebih fokus pada strategi SO (Strength-Opportunities), yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Kata kunci: jagung, nilai tambah, petani, rantai nilai

ABSTRACT

Maize is the essential crop in Southeast Sulawesi and also as the primary income resource for the smallholder farmers. This research was conducted in Amesiu Village, Pondidaha Sub District, of Konawe District. This study has employed descriptive method for supply chain, Hayami method for value added analysis and SWOT analysis. Study results show that maize boiled business is the highest value added and the lowest value added is the maize farmer (IDR303.900,00/kg and IDR9.900/kg respectively). Meanwhile, the middle men have value added about IDR235.960,00/kg. Margin analysis shows that the business men of boiled maize have the highest margin (IDR323.898,00/kg), the lowest margin is the maize farmer (IDR36.200,00/kg), meanwhile the middle men has margin value about IDR240.960/kg). SWOT analysis shows the strategy that should be implemented by the business men of boiled maize is to support aggressively growth policy (growth oriented strategy). This strategy is more focusing to
SO strategy (Strength-Opportunity) by using power to implement the opportunity.

Keywords: farmers, maize, value added, value chain

Download Abstrak.

Close
Bahasa