Analisis Pendapatan Terhadap Karakteristik Usahatani Integrasi Tanaman Perkebunan-Sapi: Kasus di Desa Mesa, Kabupaten Maluku Tengah

ABSTRAK

Integrasi tanaman-ternak merupakan suatu konsep sistem zero waste dan baik untuk kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik usahatani terhadap pendapatan petani Desa Mesa, Kecamatan Teon Nila Serua, Kabupaten Maluku Tengah. Karakteristik jenis usahatani terdiri dari dua kelompok, yakni petani yang telah mengintegrasikan kelapa, kakao, dan sapi, serta petani yang hanya mengandalkan pendapatannya dari sektor perkebunan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan metode interview dan pengisian kuesioner. Data kemudian diolah dengan menggunakan statistik uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh petani yang melakukan integrasi ternak sapi, kelapa, dan kakao tidak berbeda secara nyata dengan pendapatan petani yang tidak melakukan integrasi kelapa dan kakao. Hal ini disebabkan karena pemeliharaan ternak masih secara tradisional, dan belum ada pengembangan produk usaha peternakan. Peningkatan produktivitas dalam sistem integrasi tanaman-ternak dapat dilakukan dengan cara pembuatan kandang komunal, budi daya tanaman pakan ternak, dan diseminasi teknologi.

Kata kunci: integrasi, kakao, kelapa, sapi, usahatani

ABSTRACT

Crop-livestock was a concept of zero waste system and good for the environment. This study aimed to determine the effect of farming characteristics on farmer incomes Mesa Village, Teon Nila Serua Sub District, Central Maluku District. Type of farming characteristics consisted of two groups, namely farmers who have integrated coconut, cocoa and cattle, and farmers who relied on the plantation sector. The data used was primary data obtained by the method of interviews and questionnaires. Data were analyzed using the Mann-Whitney test statistic. The results obtained that the income of farmers who perform the integration of cattle, coconuts, and cocoa did not differ significantly with farmers' income derived from the coconut and cocoa. This was because maintenance of cattle still traditionally and there has been no development of farm products. Increased productivity in the crop-livestock system could be done by making a communal cage, cultivation of fodder crops, and dissemination of technology.

Keywords: cattle, cocoa, coconut, farming, integration

Download Abstrak

Close
Bahasa