Jangan Anggap Remeh Dehidrasi

Jangan Anggap Remeh Dehidrasi

hardinsyah

 

 

 

 

 

 

 

Jangan Anggap Remeh Dehidrasi

 
JANGAN remehkan dehidrasi (kekurangan air tubuh), karena bisa meningkatkan risiko timbulnya penyakit berat. Celakanya,menurut data sekitar separuh orang dewasa dan remaja mengalami dehidrasi ringan.
Minum air sering terlupakan dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Padahal, pangan tidak hanya meliputi makanan, tetapi juga minuman.Air merupakan zat gizi esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif. Namun, praktiknya penyampaian pesan atau sosialisasi gizi seimbang untuk hidup sehat dan aktif, pesan minumlah air yang aman dan cukup jumlahnya setiap hari sering terabaikan.

Para dokter dan ahli gizi terkadang terlupa atau tidak menyampaikan pentingnya kecukupan air kepada klien atau pasiennya. Lalu, berapa jumlah kecukupan air dalam tubuh setiap harinya? Menurut Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PP-PDGMI) dr. Rachmi Untoro MPH,1 ml air/kkal kebutuhan energi bagi orang dewasa di bawah kondisi rata-rata kebutuhan energi dan lingkungan.

Hal itu sesuai rekomendasi National Research Council Amerika Serikat.Di Indonesia sendiri, sejak 2004, melalui forum Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG), para ahli gizi telah menetapkan anjuran kebutuhan air bagi setiap golongan umur dan jenis kelamin, seperti halnya kebutuhan akan karbohidrat, protein, lemak,vitamin,dan mineral.

”Air yang seharinya dibutuhkan sampai dua liter sebenarnya sudah memenuhi persyaratan sebagai zat gizi karena merupakan ikatan kimia yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsinya, terutama untuk mengatur fungsi kebutuhan,” ujarnya dalam simposium PP-PDGMI bertajuk ”Hydration and Health” di Hotel Sahid,Jakarta,Minggu (21/3). Menurut dia,air merupakan zat gizi penting bagi tubuh karena hampir semua proses metabolisme dan sistem dalam tubuh membutuhkan air.

Kekurangan asupan air dalam tubuh dapat menimbulkan masalah negatif terhadap kesehatan. Salah satu masalah yang sering timbul adalah dehidrasi, yaitu kondisi di mana air di dalam tubuh tidak mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubuh secara normal. Dehidrasi, terang Rachmi, terbagi atas dua kategori.

Pertama,kategori ringan-sedang yang ditandai dengan mulut kering dan lengket, mengantuk dan lelah,haus,volume urine sedikit, air mata kurang/- kering, otot lemah, sakit kepala serta pusing/silau jika melihat sinar. Sedangkan kategori berat ditandai dengan haus berat, sangat mengantuk dan kebingungan, tidak berkeringat, urine sedikit dan berwarna kuning gelap atau bahkan tidak ada, mata cekung, menggigil dan kulit kering, elastisitas hilang, tekanan darah rendah, nadi cepat, panasn dan kesadaran menurun.

”Saat ini di dunia sedang menghadapi masalah penyakit dehidrasi ringan yang kronik. Hal ini dapat menyebabkan energi tubuh terkuras dan kelelahan,”cetusnya. Selain disebabkan kurang minum, tutur Rachmi, kondisi ini juga terjadi akibat adanya gangguan pada mekanisme rasa haus, kurang menyukai rasa air minum, kebiasaan mengonsumsi kafein dan alkohol,kurangnya partisipasi dalam latihan fisik dan kondisi lingkungan seperti WC yang jorok.

Rachmi mengatakan, upaya pencegahan dehidrasi ringan dapat dilakukan dengan cara yang praktis,yaitu menggunakan grafik warna untuk pemeriksaan urine sendiri atau disingkat PURI. Semua jenis urine dapat digunakan asal bukan urine pagi saat bangun tidur. Yang paling bagus adalah menggunakan ”mid-stream urine” yaitu urine yang keluar di pertengahan saat kita berkemih.

Urine ini ditampung secukupnya di tempat yang bersih dan berwarna putih/bening, kemudian kita bandingkan warna urine tersebut dengan grafik warna di bawah sinar lampu neon putih atau sinar matahari. ”Jangan lupa bahwa warna urine juga dipengaruhi obatobatan ataupun diet tertentu.Dan satu lagi, jangan memeriksa urine di bawah sinar lampu berwarna kuning atau warna lainnya karena bisa membuat pemeriksaan menjadi bias,”terangnya.

Ahli gizi dan pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Hardinsyah MS mengungkapkan, sekitar separuh orang dewasa dan remaja mengalami dehidrasi ringan (kekurangan air tubuh pada tingkat ringan.Selain itu,kejadian dehidrasi ringan pada remaja ternyata lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Kejadian dehidrasi ringan juga banyak terjadi pada daerah dataran rendah yang panas dibanding dataran tinggi yang sejuk.

Menurut dia, kekurangan air tubuh dapat menyebabkan sejumlah masalah. Jika kekurangan 1% menimbulkan rasa haus dan gangguan mood. Kekurangan air tubuh 2–3% meningkatkan suhu tubuh, rasa haus, dan gangguan stamina. Sedangkan 4% kekurangan air tubuh dapat menurunkan kemampuan baik 25% dan bisa pingsan bila kadar air tubuh berkurang sampai 7%.

”Bahkan, kehilangan asupan cairan dapat menyebabkan batu ginjal, infeksi saluran kencing, kanker usus besar dan saluran kencing, konstipasi, obesitas pada anak dan remaja, hipertensi dan penyakit berat lainnya,’ kata Hardinsyah. Health Benefit Group Manager Hydration and Replenishment Plateform Danone Research, Pa-lasiseau, Prancis, Laurent Bellego PhD menambahkan, air merupakan zat gizi dan komponen tubuh yang utama.

Rekomendasi asupan antarnegara,asosiasi dan lembaga berwenang berbeda-beda. Anjuran kebutuhan (RDI) air yang tepat bagi setiap negara dapat ditentukan berdasarkan survei nasional. ”Kita harus membuka sudut pandang kita untuk meningkatkan asupan cairan pada orang yang minum sedikit dan membantu mereka untuk memenuhi RDI air mereka. Ditambah upaya untuk menggantikan air minum berkalori dengan air putih agar kebutuhan cairan setiap orang dapat terpenuhi dengan cara yang lebih sehat,’ ujarnya. (rendra hanggara)    

 

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com     

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa