IPB Penerima Terbanyak Anugerah Kekayaan Intelektual

IPB Penerima Terbanyak Anugerah Kekayaan Intelektual

IPB Penerima Terbanyak Anugerah Kekayaan Intelektual

IPB Penerima Terbanyak Anugerah Kekayaan Intelektual

Bogor (ANTARA News) - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto MSc mengemukakan, perguruan tinggi itu baru saja dinobatkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai kampus penerima terbanyak anugerah kekayaan intelektual luar biasa 2009.

"Tentu saja ini bernilai istimewa bersamaan dengan Dies Natalis atau ulang tahun ke-46 IPB," katanya di Bogor, Jumat.

Atas prestasi itu, pada Kamis (29/10) malam, 13 orang civitas akademika IPB dihadirkan pada "Malam Apresiasi Prestasi IPB" di IPB International Convention Center (IICC).

Rektor mengemukakan, pada anugerah kekayaan intelektual luar biasa tahun 2009, IPB mendominasi penghargaan dari Depdiknas.

"Dari 21 pakar penerima anugerah, sebanyak 13 orang merupakan bagian dari civitas akademika IPB," katanya.

Sebanyak 13 pakar penerima anugerah intelektual luar biasa tersebut berasal dari kalangan dosen, mahasiswa dan alumni. Dari kalangan dosen sebanyak lima orang, mahasiswa Pascasarjana seorang dan alumni tujuh orang.

"Alhamdulillah, penghargaan ini sebagai pengakuan publik atas kualitas pendidikan yang diselenggarakan IPB. Penghargaan ini sekaligus sebagai kado istimewa bagi IPB yang sedang merayakan Dies ke-46," katanya.

Kegiatan "Malam Apresiasi Prestasi IPB" tersebut dihadiri semua pimpinan IPB, mahasiswa, dosen dan alumni. Hadir pula Sekjen Depdiknas Prof Dr Dodi Nandika.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan, nama-nama peraih anugerah kekayaan intelektual luar biasa Depdiknas yaitu Srijani Sujiprihati, Sobir, Muhamad Sukur, Sujindro, Budi Marwoto, Prof Ahmad Baihaki, A Razak Purba, Darmawan M Arsyad, Nurul Hidayah dan Asep Harpenas.

Ke-10 pakar tersebut merupakan peneriam anugerah kategori varietas tanaman.

Selanjutnya, Khaswar Syamsu peraih anugerah kategori bioproduksi ramah lingkungan, Dyah Iswantini kategori biofarmaka dan Arif Satria kajian kelautan.(*)

Sumber :  http://www.antaranews.com/

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa