IPB Inisiasi Pengembangan SPR di Kabupaten Musi Banyuasin

IPB Inisiasi Pengembangan SPR di Kabupaten Musi Banyuasin

Pada Jumat (03/05), LPPM IPB memenuhi undangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) untuk membahas implementasi teknis pembentukan dua Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) baru di Kabupaten MUBA, yaitu SPR Kecamatan Lais dan Kecamatan Plakat Tinggi. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, MSc. selaku wakil Kepala Bidang Penelitian LPPM IPB yang menyampaikan program SPR kepada pemerintah daerah Kabupaten MUBA. Dalam pertemuan tersebut, Pemda Kabupaten MUBA diwakili Ir. H. Yusman Sriyanto MT selaku Asisten-2 Bupati Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Ir.Rismawati Gathmyr, M.Eng selaku Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan - Bappeda, dan Ir. A. Thamrin selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan.

Dalam penejelasannya, Prof Agik menyampaikan bahwa SPR LPPM IPB memiliki prosedur tersendiri dalam pembentukannya, dan sudah diterapkan untuk mendirikan SPR di berbagai daerah di Indonesia sejak tahun 2013 hingga sekarang. Prinsip berbagi peran dan tanggungjawab lebih dikedepankan dalam implementasi pembentukan 2 SPR tersebut. Untuk itu, Prof Agik menekankan bahwa prinsip tersebut harus menjadi komitmen bersama untuk pembentukan dua SPR baru di Kab MUBA, dan pelaksanaan pengembangan SPR tidak terlalu lama dan dapat segera terwujud di lapangan. “IPB melalui unit SPR yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA selalu konsisten mengembangkan SPR di seluruh Indonesia, dan kegiatan semacam ini terus didorong oleh LPPM IPB sebagai wujud kehadiran IPB di masyarakat melalui hilirisasi inovasi hasil penelitian”, Ujarnya.

Prosedur Pendirian SPR-LPPM IPB

Prosedur Pendirian Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) – LPPM IPB

Menanggapi penjelasan dari Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, dalam sambutannya Ir. H. Yusman Sriyanto MT menyampaikan bahwa pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat di dua lokasi tersebut sudah menjadi instruksi dari Bupati, sehingga diharapkan kerjasama dari dinas terkait dalam melaksanakan sesuai dengan Sekolah Peternakan Rakyat yang merupakan hasil penelitian (inovasi) teruji di berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa butir tindak lanjut yang disepakati, yaitu:

  • Penandatangan MOU dan MOA akan dilakukan di IPB Bogor dan Bupati Kabupaten Musi Banyuasin akan bertemu dengan Rektor IPB;
  • Kesepakatan bahwa pendirian 2 SPR dilakukan untuk tahap pertama TA 2019 diharapkan hingga Deklarasi SPR;
  • Diterima dan dipahaminya konsep pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat LPPM IPB, dan struktur penganggaran, serta agenda kegiatan TA 2019, hal ini sebagai landasan pembuatan TOR dan RAB kegiatan Penganggaran APBD TA 2019 Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, dan
  • Dalam implementasi pengembangan SPR di Kabupaten Musi Banyuasin diharapkan IPB mendorong Universitas Sriwijaya (UNSRI) untuk dapat terlibat dalam pelaksanaan di lapang. (asp/rdi)

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa