ILO: 1,7 Juta Anak Indonesia Dieksploitasi

ILO: 1,7 Juta Anak Indonesia Dieksploitasi

ILO: 1,7 Juta Anak Indonesia Dieksploitasi


(Foto: Rohmat/Okezone)

JAKARTA- Anak-anak seharusnya mendapatkan pendidikan yang layak serta waktu bermain yang memadai. Namun faktanya, tercatat 1,7 juta anak Indonesia masih dieksploitasi untuk bekerja.

Demikian diungkapkan Spesialis Monitoring dan Evaluasi Program Pekerja Anak International Labour Organization (ILO) Abdul Hakim kepada okezone di Jakarta, Selasa (29/6/2010).

“Berdasarkan survei pada tahun 2009 oleh BPS dan ILO, sebanyak 1,7 juta anak dipekerjakan di seluruh Indonesaia," ujarnya.

Abdul mengatakan jumlah pekerja anak paling banyak di sektor pertanian, perkebunan dan jasa. Sementara daerah yang paling banyak didapati pekerja anak terdapat di Jawa Timur.

"Mereka sebagai buruh kebun tidak resmi karena orangtua mereka bekerja di perkebunan. Awalnya orang tua meminta bantuan tetapi mereka tidak tahu bahaya anak-anaknya dipekerjakan," tambahnya.

Selain masalah ekonomi, biang keladi masalah pekerja anak adalah sistem pendidikan. Anak-anak tidak merasa nyaman belajar dengan metode pendidikan yang tidak membekali mereka keterampilan yang menghasilkan pendapatan.

Abdul berpendapat seharusnya metode yang diajarkan berupa keterampilan yang dapat mendukung perekonomian mereka bukan malah membebankan keluarga dengan biaya sekolah yang mahal. "Mereka harus beli (kelengkapan sekolah) tetapi orang tua mereka tidak mampu. Hal itu membuat anak-anak malas sekolah dan merasa rendah diri," katanya.

Pemerintah, kata Abdul harus punya tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan jenis pendidikan yang dapat dinikmati semua golongan masayarakat. Pendidikan harus bisa membuat murid senang dan mengembangkan kreatifias anak.(ful)

Sumber : Okezone

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa