Formulasi Strategi Peningkatan Dayasaing UMKM Klaster Produk Herbal Dalam Rangka Menghadapi Free Trade Agreement Asean – China (Studi Kasus UMKM Produk Herbal di Daerah Istimewa Yogyakarta) - Eka Intan Kumala Putri, Widyastutik, Heti Mulyati

Formulasi Strategi Peningkatan Dayasaing UMKM Klaster Produk Herbal Dalam Rangka Menghadapi Free Trade Agreement Asean – China (Studi Kasus UMKM Produk Herbal di Daerah Istimewa Yogyakarta) – Eka Intan Kumala Putri, Widyastutik, Heti Mulyati


FORMULASI STRATEGI PENINGKATAN DAYASAING UMKM KLASTER PRODUK HERBAL DALAM RANGKA MENGHADAPI FREE TRADE AGREEMENT ASEAN – CHINA(Studi Kasus UMKM Produk Herbal di Daerah Istimewa Yogyakarta)
(Strategy Formulation of Increasing Competitiveness on Herbal Product Small and Medium Enterprises Cluster within Free Trade Agreement ASEAN-CHINA :
a Case Study of Herbal Product Small and Medium Enterprises in DIY)
 
Eka Intan Kumala Putri1), Widyastutik2), Heti Mulyati3)
1)Dep. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB,
2)Dep. Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB,
3)Dep. Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB
 
ABSTRAK
 
Perjanjian Perdagangan Bebas atau FTA (free trade agreement) ASEAN-China (CAFTA) tanggal 1 Januari tahun 2010 berdampak pada semakin membanjirnya berbagai komoditi dan produk dari negara China, yang akan menjadi ancaman serius bagi pengembangan produk Indonesia. Untuk itu, perlu mengetahui bagaimanakah dayasaing UMKM klaster produk herbal dalam rangka menghadapi CAFTA, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala Usaha Menengah (UM) produk herbal keterpengaruhan maraknya produk China cukup dirasakan, terutama menyangkut ketersediaan bahan baku, dan penjualan sachet jamu di pasaran. Berdasarkan hasil analisis RCAB, sebagian besar komoditi herbal Indonesia tidak memiliki dayasaing sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penetrasi ke pasar China. Hasil analisis SWOT menunjukkan dayasaing industri herbal dari sisi kekuatan dan kelemahan tidak cukup kuat untuk menghadapi CAFTA. Sedangkan hasil Analisis Faktor Strategis Eksternal menunjukkan UMKM herbal jamu di Yogyakarta memberikan respon yang bagus terhadap peluang dan ancaman. Berdasarkan AHP, strategi paling penting dalam meningkatkan dayasaing UMKM Klaster herbal DIY adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
 
Kata kunci : Dayasaing, produk herbal, UMKM, strategi.
 
ABSTRACT
 
As the impact of ASEAN – China Free Trade Agreement (CAFTA) in 2010-01-01, various comodities and products flow from China to Indonesia. This condition becomes the threat for Indonesian product development. Herbal Medium Enterprises are also affected by this condition. This study will to shows how affected the competitiveness of Herbal Product Small and Medium Enterprises Cluster within Free Trade Agreement ASEAN-CHINA. The result of RCAB analysis shows that Indonesia herbal commodities do not have ability to enter China market. The result of SWOT analysis shows that the competitiveness of herbal industry is not sufficient for CAFTA. Strategic eksternal factor analysis shows that herbal medium enterprises in Yogyakarta give the good respons to the threat and opportunity. According to AHP, the important strategy to increase the competitiveness of herbal medium enterprises in Yogyakarta is increasing of human capital quality.
 
Keywords : Competitiveness, herbal product, small and medium enterprises, strategy.
 
Download : Abstrak

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa