Dosen IPB University Dampingi Warga Kampung Belentuk Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga

Dosen IPB University Dampingi Warga Kampung Belentuk Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga

Pada kesempatan ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University telah menerjunkan beberapa dosen ke beberapa wilayah di Bogor maupun luar Bogor dalam kegiatan dosen mengabdi. Dosen mengabdi merupakan suatu kegiatan dosen non guru besar dan dosen guru besar IPB University sebagi bentuk pengabdian kepada masyarakat guna pengembangan, difusi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan bangsa. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran dalam kegiatan dosen mengabdi yaitu Kampung Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara,  Kota Bogor. Kelurahan Cimahpar merupakan salah satu wilayah yang berada di lingkar kampus Sekolah Vokasi IPB.

Pada kegiatan dosen mengabdi, tema yang diusung yaitu mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Tema ini dipilih dikarenakan di Kelurahan Cimahpar khususnya Kampung Belentuk tidak ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga pengelolaan sampah diperlukan agar dapat termanfaatkan secara optimal. Dosen yang mengabdi merupakan dosen dari Program Studi Analisis Kimia, Sekolah Vokasi, IPB University. Dosen tersebut yaitu Ika Resmeiliana, S.Hut, M.Si. Peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi sebanyak 28 warga. Kegiatan telah diselenggarakan pada tanggal 01 Desember 2019 di Aula Kampung Belentuk.

Dosen-IPB-University-Dampingi-Warga-Kampung-Belentuk-Membuat-Pupuk-Organik-Cair-dari-Limbah-Rumah-Tangga

Pupuk organik cair merupakan larutan dari hasil pembusukkan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, sayuran, buah dan kotoran hewan yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan pupuk organik cair ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara dan menyediakan unsur hara secara cepat. Pupuk organik cair tidak merusak tanaman walaupun sering digunakan sehingga aman dalam pengaplikasiannya.

“Warga Kampung Belentuk sudah care terhadap lingkungan. Dalam hal ini telah sadar mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Dengan adanya membuat lubang biopori. Hanya saja keluhannya adalah lubang biopori cepet penuh, karena sampah organik sisa masakan dan sisa sayuran/kulit buah segar dijadikan satu dalam lubang biopori. Sehingga perlu adanya pemanfaatan sampah organik sisa sayuran segar dan buah dibuat pupuk organik cair. Selain lubang biopori, pupuk organik cair juga efisien untuk dimanfaatkan ke tanaman,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Kampung Belentuk yang telah aktif dalam kegiatan menjaga lingkungan. Selain sudah memiliki kurang lebih 200 lubang biopori dan composting, Kampung Belentuk sudah tecatat menjadi kampung terbersih versi perumahan swadaya dari Radar Bogor tahun 2019. Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat sudah mulai belajar mandiri dan berupaya untuk memanfaatkan limbah yang ada di sekitar lingkungannya.

Fauziah, salah satu kader Kelompok Wanita Tani (KWT) mengucapkan terima kasih kepada LPPM IPB University telah memberi kesempatan kepada Kampung Belentuk untuk mengetahui mengenai pupuk organik cair. “Saya ucapkan terima kasih kepadaIbu dosen dan fasilitator, dengan adanya kegiatan dosen mengabdi dapat menambah pengetahuan masyarakat. Semoga ilmunya bisa bermanfaat dan kedepannya bisadiapresiasi lagi. Pupuk organik cairnya sudah jadi dan sudah diaplikasikan ke tanaman KWT,” ujarnya.

Harapannya, melalui dosen mengabdi kegiatan dapat terus berkelanjutan agar dapat memberikan kontribusi untuk memaksimalkan pengelolaan limbah rumah tangga. Kegiatan ini ditutup dengan pembagian souvenir inovasi-inovasi IPB University. Souvenir yang dibagikan yaitu berupa berbagai macam benih seperti benih bunga matahari BM1, benih cabai Syakira, benih terong talang dan benih pepaya Calina.

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa