Dinas Ketapang Sergai Gandeng LPPM IPB Tingkatkan Populasi Ternak Sapi Tebingtinggi (SIB)

Dinas Ketapang Sergai Gandeng LPPM IPB Tingkatkan Populasi Ternak Sapi Tebingtinggi (SIB)

Puluhan peternak sapi potong yang tergabung dalam 3 kelompok dari Kecamatan Pegajahan, Dolokmasihul, dan Sipispis tampak antusias mengikuti program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), Sabtu (7/9) di Aula Pondok Bali Lestari, Jalan Deblod Sundoro, Kota Tebingtinggi.

SPR, merupakan program unggulan dari Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang didirikan sejak 2016 lalu, guna melahirkan peternak sapi yang profesional, mandiri, dan berdaulat.

Kadis Ketapang Sergai, M Aliyuddin SP MP dihadapan kelompok peternak saat membuka SPR 2019 mengatakan, kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan ini juga bertujuan untuk menggenjot populasi sapi potong yang akhir-akhir ini sangat dibutuhkan masyarakat karena harga jual cukup tinggi. Sesuai visi misi Bupati Sergai, Dinas Ketapang menginginkan agar tercipta peternak-peternak yang inovatif dan berkelanjutan.

Dia juga mengatakan, dengan adanya program SPR populasi ternak di Sergai telah membuahkan hasil cukup memuaskan. Saat ini, lanjut Aliyuddin, Sergai berada di peringkat ke-4 populasi ternak terbanyak se-Sumatera Utara (Sumut)."Tepat pada Ultah Kabupaten Sergai di 7 Januari 2020, Dinas Ketapang akan mengadakan kontes hewan ternak. Saat itu, saya harap, para kelompok yang sudah mengikuti program SPR, dapat menampilkan ternak-ternak terbaiknya," ujar Kadis Ketapang.

Dinas Ketapang Sergai Gandeng LPPM IPB Tingkatkan Populasi Ternak Sapi Tebingtinggi (SIB)

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketapang Sergai, drh Andarias Ginting MSi didampingi Kasi Pembibitan dan Produksi, Taruli Srimata Purba SPt menjelaskan bahwa para kelompok peternak dalam hal permohonan bantuan ke pemerintah guna peningkatan kualitas maupun kuantitas hewan, harus melalui SOP dan pedoman-pedoman yang ada.

"Kami akan melakukan penilaian dan monitoring sesuai dengan pedoman dan SOP yang dalam waktu dekat akan dibakukan menjadi Peraturan Bupati Sergai," jelas Ginting yang tengah menjalani Diklat PIM III di Banda Aceh itu.

Sementara itu, Tim  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB, Dr Ir Afton Atabany MSi didampingi Ir Sutisna Riyanto MS dan Danang Aria Nugroho SE menyampaikan bahwa pihaknya dalam SPR ini lebih menekankan bagaimana caranya menyemangati peternak untuk giat dalam mengurus hewan ternaknya. Dia menilai, setiap peternak minimal harus menjadi manager dengan kategori 25 ekor ternak per keluarga.

Ditambahkan, dalam SPR ini juga, para peternak diajarkan bagaimana cara pemasaran hewan ternak, pengenalan berbagai penyakit, dan pencadangan makanan yang bernutrisi tinggi bagi hewan ternak."Intinya, kami menginginkan, para peternak yang mengikuti SPR dapat menjadikan pola beternak masyarakat menjadi lebih baik dan dapat ditularkan ke peternak-peternak yang lainnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan kelompok ternak dari Kecamatan Pegajahan, Srianto mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Dinas Ketapang Sergai maupun LPPM IPB yang akan mengajarkan tata cara beternak yang baik. Pihaknya berharap, kiranya, Dinas Ketapang Sergai terus berkelanjutan untuk membimbing para peternak dalam hal kemajuan serta pengembangan usaha peternakan. (MRF)

Unduh Berita

lppm

Leave a Reply

Close
Bahasa