Call for Papers & Seminar Nasional Agroindustri 2018

Call for Papers & Seminar Nasional Agroindustri 2018

Seminar Nasional Agroindustri 2018

"Inovasi Agroindustri Menghadapi Era Industri 4.0"

26 - 27 Juli 2018 @ IPB Convention Center, Bogor, Indonesia

Pada tahun 2013 konsep “Industri 4.0 (revolusi industri keempat)” yang mendefinisikan peran penting teknologi informasi dalam proses industrialisasi diperkenalkan. Industri 4.0 mengacu pada tren peningkatan otomisasi, komunikasi mesin ke mesin dan menusia ke mesin, kecerdasan buatan, perbaikan teknologi dan digitalisasi lanjutan di bidang manufaktur. Tren ini dimungkinkan dengan empat penggerak utama yaitu: (1) peningkatan volume data, daya komputasi dan konektivitas; (2) timbulnya kemampuan analisis dan business-intelligence; (3) bentuk interaksi baru dari manusia-mesin; (4) kemajuan dalam transfer instruksi digital ke dunia fisik, seperti robotika dan pencetakan 3D. Industri 4.0 saat ini merupakan realita yang dapat diterima secara global yang mempengaruhi semua industri di seluruh dunia dan dengan cepat mengubah cara bisnis beroperasi.

Dua tahun kemudian, konsep “Pertanian 4.0” diangkat pada tahun 2015. “Pertanian 4.0” merupakan bentuk pertanian modern yang didukung oleh internet yang meliputi berbagai hal, seperti big data, mobile internet dan cloud computing, setelah sebelumnya mengikuti “Pertanian Tradisional 1.0”, “Pertanian Mekanis 2.0”, dan “Pertanian Informasi 3.0”. Gagasan “Pertanian 4.0” dimana pertanian presisi yang mendukung pengembangan pertanian modern sangat menarik perhatian masyarakat. Karena tidak dapat dipisahkan dari “Pertanian 4.0”, maka gagasan “Agroindustri 4.0” menjadi sangatlah penting dalam rangka menguatkan peran agroindustri sebagai penopang pertanian Indonesia.

Pada bidang manufaktur, industri 4.0 adalah transformasi yang memungkinkan untuk mengumpulkan dan menganalisis data di seluruh mesin yang memungkinkan proses produksi menjadi lebih cepat, lebih fleksibel, dan lebih efisien untuk menghasilkan barang berkualitas lebih tinggi dengan biaya rendah. Revolusi manufaktur ini akan meningkatkan produktivitas, pergeseran ekonomi, mendorong pertumbuhan industri, dan memodifikasi profil angkatan kerja – yang pada akhirnya mengubah daya saing perusahaan dan wilayah. Kunci revolusi 4.0 adalah teknologi digital. Dengan digitalisasi akan terjadi transformasi hubungan antara pemasok, produsen, dan pelanggan- juga antara manusia dan mesin yaitu adanya koneksi secara langsung dan otomatis.

Bidang agroindustri di Indonesia mempunyai rentang kesiapan yang luas dalam menghadapi era industri 4.0. Terdapat beberapa industri besar yang siap menerapkan konsep industri 4.0. Tetapi bagi agroindustri dengan skala usaha kecil mungkin hanya dapat menerapkan konsep industri 4.0 dalam sebagian aspek saja. Riset-riset dalam bidang agroindustri pun harus dipersiapkan untuk mendukung agroindustri menghadapi era industri 4.0. Oleh karena itu seminar nasional agroindustri 2018 ini dirasakan perlu diselenggarakan agar para peneliti, akademisi, pelaku bisnis dan mahasiswa dalam bidang agroindustri dapat memperoleh gambaran arah dan cakupan inovasi agroindustri menghadapi era industri 4.0.

SNA-TIN-2018

Informasi selengkapnya :

  • Website         :  http://sna2018.tin.ipb.ac.id
  • Narahubung :  Niken Ayu Permatasari (0815-8362-073)
  • Lokasi            :  Sekretariat Seminar Nasional Agroindustri 2018, Gedung Fateta Lt. 2, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Indonesia (Tel/Fax : +62 251 8621974)
  • Email             :  sna2018.tin@gmail.com

lppm

Leave a Reply

Close
Switch Language